Home News Fokus Pasar: Jangka Panjang, Pemulihan Ekonomi Indonesia Akan Lebih Baik

Fokus Pasar: Jangka Panjang, Pemulihan Ekonomi Indonesia Akan Lebih Baik

0
SHARE

Matanurani, Jakarta  – Pelaku pasar pada awal pekan mencermati pernyataan dari The Organisation for Economic Cooperation and Development (OECD) yang menyebutkan pada tahun 2022, perekonomian Indonesia diperkirakan memimpin pertumbuhan hingga 5,4% di atas negara-negara lainya.

Mengutip hasil penelitian yang dilakukan oleh OECD, Pilarmas Sekuritas mengatakan, proyeksi ini akan ditopang oleh bertumbuhnya beberapa sektor seperti keuangan dan pasar komoditas.

“Proyeksi ini bahkan lebih tinggi dari perkiraan pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yakni 4% di tahun 2022 mendatang,” jelas Pilarmas dalam riset harian, Senin (15/2).

Sedangkan pada kuartal pertama 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dibayangi oleh pengetatan kegiatan yang mempengaruhi daya beli masyarakat. Hal ini disebabkan oleh belum meratanya program vaksinasi.

“Meskipun saat ini sektor manufaktur telah menunjukkan adanya perbaikan. Namun, jika tidak didukung dengan permintaan yang kuat, maka produktivitas tidak dapat berjalan optimal pada tahun 2021 ini,” ujar Pilarmas.

Sebab itu, kenaikan US Treasury dan kenaikan ekspektasi inflasi yang mendorong potensi perubahan suku bunga The Fed dikhawatirkan menjadi tekanan bagi perekonomian Indonesia. Seperti yang diketahui saat ini para pelaku pasar sedang menantikan kebijakan apa yang akan diberikan oleh The Fed terkait peningkatan tersebut.

Tanggapan dari The Fed itu menjadi menjadi hal yang ditunggu-tunggu oleh para pelaku pasar lainya, karena menentukan arah pergerakan bagi obligasi dan juga pasar saham. Pilarmas memaparkan, sejauh ini pasar membutuhkan ketegasan dari ketua The Fed yakni Jerome Powell.

“Tidak hanya dalam negeri tapi mungkin hampir seluruh pergerakan pasar di emerging markets mungkin akan terkena dampaknya,” pungkas Pilarmas. (Bes).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here