Home News Erick Thohir Sentil Bos BUMN: Dirut Jangan Kebanyakan Acara

Erick Thohir Sentil Bos BUMN: Dirut Jangan Kebanyakan Acara

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Menteri BUMN Erick Thohir memberikan pernyataan bernada sindiran terkait dengan kinerja direksi perusahaan BUMN. Dalam pidatonya dalam acara di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker), Erick menyinggung soal direksi BUMN yang cenderung banyak menghadiri sejumlah seremoni.

“Para direktur SDM dari masing-masing BUMN. Mohon maaf bukan tidak menghormati [Kemenaker], karena memang kebijakan dari saya kalau bisa dirut jangan kebanyakan acara, jadi setiap acara lebih baik bagi tugas,” kata Erick, Rabu (22/7).

Dalam kesempatan itu, Erick menandatangani nota kesepahaman tentang pelatihan kerja dan penempatan tenaga kerja penyandang disabilitas pada BUMN. Penandatanganan dilakukan bersama dengan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah di kantor Kemenaker.

Dia mengatakan ada baiknya para dirut BUMN yang terlibat, bisa langsung saja diamanahkan tugas masing-masing tanpa perlu hadir ke acara-acara tertentu. Hal ini mengingat apabila para dirut keseringan menghadiri pertemuan fisik berpotensi tidak efektif kerja di lapangan, apalagi setiap BUMN memiliki indikator kinerja tersendiri dalam KPI (key performance indicator).

“Karena kalau dirut kebanyakan acara kapan kerjanya dan mereka punya target-target KPI yang sangat berat baik di PLN, KAI, Pertamina, dan lainnya,” tegas pendiri Mahaka Media ini.

Bukan kali ini saja Erick menyindir kinerja direksi BUMN. Sebelumnya Erick juga kecewa terhadap banyaknya BUMN yang tidak menyetorkan rencana bisnis alias business plan. Dari 142 BUMN, Erick menyebut hanya 10 yang menyetor.

“Masa minta bisnis plan (rencana) saja nggak bisa? Yang rajin kan perbankan, PLN dan Pertamina juga sudah setor,” ungkapnya, (21/2).

Erick mengatakan, 142 perusahaan tersebut nantinya akan dibagi dalam 15 sub-holding berbeda berdasarkan kelompok usahanya masing-masing. Termasuk di dalamnya satu subholding untuk perusahaan yang dinilai sudah masuk dalam kategori dead-weight.

Disabilitas

Terkait dengan acara yang diteken pada Rabu kemarin, dalam sambutannya, Erick mengatakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) berkomitmen untuk memberikan perhatian terhadap masyarakat penyandang disabilitas.

Oleh karena itu, dibutuhkan komitmen yang riil dan nyata terhadap mereka. Erick lantas teringat momen saat menjadi Ketua Panitia Pelaksana Asian Games 2018.

“Saya ingat sekali ketika memimpin pelaksanaan Asian Games, salah satu yang beliau ingatkan kepada saya adalah apakah fasilitas yang dibangun sudah ramah difabel. Alhamdulillah fasilitas yang ada di Asian Games sangat ramah,” katanya.

Menurut Erick, MoU yang diteken kemarin merupakan momen Kementerian BUMN dan Kemenaker bersinergi untuk memastikan tidak hanya fasilitas, melainkan keberpihakan kepada penyandang disabilitas dari sisi lapangan kerja.

“Saya rasa komitmen itu sudah jalan di BUMN. Tahun ini kita sudah rekrut 178. Ini bagian dari komitmen dua persen sebagaimana tertuang dalam UU Nomor 8 Tahun 2016.(Cnb).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here