Home News Ekonomi Dunia Diproyeksi Negatif, Bagaimana Indonesia?

Ekonomi Dunia Diproyeksi Negatif, Bagaimana Indonesia?

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Sejumlah lembaga dunia telah memperkirakan bahwa ekonomi dunia di tahun 2020 akan mengalami kontraksi akibat pandemi virus corona (Covid-19) yang berujung ke jurang resesi.

Pandemi COVID-19 yang meningkat di seluruh dunia menimbulkan biaya hidup manusia yang tinggi, dan langkah-langkah perlindungan yang diperlukan sangat berdampak pada kegiatan ekonomi.

Kepala Ekonom Dana Moneter Internasional (IMF) Gita Gopinath yang bertajuk ‘The Great Lockdown’, penurunan ekonomi akan menjadi yang terburuk sejak Depresi Hebat (Great Depression) dikala menghantam perekonomian dunia pada 1929 silam.

Gita memperkirakan, outlook perekonomian global sepanjang April 2020 akan terkoreksi cukup tajam minus 3 persen akibat pandemi menjadikan yang terburuk sejak krisis finansial global pada 2008-2009 yang minus 0,1%.

Dalam skenario dasar, yang mengasumsikan bahwa pandemi memudar pada paruh kedua tahun 2020 dan upaya pembatasan sosial dapat secara bertahap dilonggarkan ekonomi global diproyeksikan tumbuh sebesar 5,8% pada tahun 2021 ketika kegiatan ekonomi menjadi normal, dibantu oleh dukungan kebijakan.

Sementara dari lembaga lainnya juga memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dunia di tahun 2020 akan terkontraksi. JP Morgan memperkirakan ekonomi dunia minus 1,1%, sementara Economist Intelligence Unit (EIU) memprediksi untuk minus 2,2%, sedangkan Fitch memproyeksikan ekonomi dunia untuk minus 1,9%.

Tahun ini, IMF bahkan memperkirakan ekonomi Indonesia sepanjang tahun ini hanya akan tumbuh 0,5% dari proyeksi sebelumnya 5% di tahun 2019. Namun pertumbuhan diproyeksi bisa membaik di 2021, dengan perkiraan 8,2%.

Mengutip risiko penyebaran global virus corona, Bank Indonesia (BI) menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi domestik untuk tahun 2020 dari 5,0%-5,4% menjadi 4,2%-4,6%. BI memperkirakan pertumbuhan ekonomi domestik untuk rebound pada 2021 menjadi 5,2%-5,6% setelah Covid-19 berlalu dan pemulihan selanjutnya dalam iklim investasi.(Cnb).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here