Home News Edy: Dipercayakan Jadi Gubsu, Pemerintah akan Mengayomi Agama Minoritas, Suku dan Ras

Edy: Dipercayakan Jadi Gubsu, Pemerintah akan Mengayomi Agama Minoritas, Suku dan Ras

0
SHARE

Matanurani, MedanĀ  – Calon Gubernur Sumut nomor urut 1 Edy Rahmayadi menggelar dialog dan buka puasa bersama dengan sejumlah pimpinan redaksi, redaktur dan wartawan surat kabar harian dan online wilayah Provinsi Sumut dan unsur enam Parpol pendukung yakni Golkar, Gerindra, Hanura, PKS, PAN, dan NasDem di kediamannya Jalan Karya Amal Medan, Rabu (6/6).

Dalam dialog itu terjadi pembahasan antara lain, setelah menjadi Gubernur Sumut bagaimana Edy Rahmayadi mengayomi semua suku dan agama yang ada. Ia mengaku dari hasil sensus, beragama muslim 64 persen dan non muslim 36 persen. “Jadi, sudah jelas bahwa di Sumut ini mayoritas beragama muslim,” katanya sambil menggandeng seorang wanita br Tambunan yang beragama Kristen sambil menanyakan tentang agama mayoritas dan minoritas.

Akan tetapi perlu diketahui, lebih lanjut dikatakan Edy, beragama muslim tidak ada diajarkan mengganggu umat beragama lain sedang beribadah, karena itu haram hukumnya. “Ini jelas ya, saya akan mengayomi suku, agama dan RAS karena sudah ada di dalam aturan bingkai NKRI,” tegasnya.

Sewaktu agama non muslim melakukan beribadah, Edy menegaskan pemerintah bersama Polri-TNI hadir mengamankan rumah-rumah ibadah dari serangan teror bom. “Pemerintah akan berkoordinasi dengan Polri-TNI guna mengamankan kegiatan ibadah itu,” janji Edy.

Dialog berikutnya, Edy menilai media massa menjadi aktor penting bagi sebuah peradaban. Baik buruknya sebuah peradaban bahkan sering bergantung pada kualitas media massa.

Didampingi Cawagub H Musa Rajekshah, Edy Rahmayadi mengatakan media massa mampu mengubah nasib suatu bangsa dari yang buruk menjadi baik atau bahkan sebaliknya.

“Sekarang mari kita renungi, kita di Sumut ini mau ngapain. Tentu kita orang Sumut pasti ingin membawa peradaban yang baik bagi Sumut. Maka dibutuhkan peran penting media untuk membangun peradaban tersebut,” kata Edy Rahmayadi.

Edy mencontohkan soal isi pemberitaan yang berusaha memfitnah seseorang. “Soal berita saya stroke itu adalah fitnah yang keji. Ini pemberitaan yang mau menghancurkan peradaban Sumut. Gak segitunya kali lah kalau berkompetisi,” kata Edy.

Edy mempersilakan siapapun untuk berbeda pendapat dan pilihan. “Beda pilihan itu biasa di negara demokrasi. Tapi membuat berita saya stroke itu benar-benar keji. Kita berkompetisi, abis kompetisi mari cas dan berpelukan lagi,” imbuh Edy. (Sib).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here