Home News Danau Toba dan Borobudur, Bali Baru Paling Bermasalah soal Tata Ruang

Danau Toba dan Borobudur, Bali Baru Paling Bermasalah soal Tata Ruang

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Menteri Pariwisata (Menpar) Republik Indonesia Arief Yahya mengatakan, Danau Toba dan Borobudur merupakan dua dari 5 destinasi super prioritas yang paling bermasalah dari segi penataan ruang.

Adapun lima lokasi yang jadi super prioritas yakni Mandalika, Danau Toba, Manado, Labuan Bajo, dan Borobudur.

Hal ini ditunjukkan Menpar melalui grafik progres pengembangan 10 destinasi wisata prioritas yang kerap disebut ” Bali Baru”.

Dalam grafik tersebut Danau Toba dan Borobudur diberi warna kuning. Sedangkan daerah lainnya seperti Tanjung Kelayang, Kepulauan Seribu, Tanjung Lesung, Bromo, Mandalika, Labuan Bajo, Morotai, dan Wakatobi diberi tanda hijau.

“Mengapa kuning, dua destinasi ini saat ini sedang berhadapan dengan perkara tata ruang itu tadi, (penyediaan) lahan itu tadi,” kata Menpar di Gedung Kementerian Pariwisata RI, Jakarta Pusat, Selasa (16/7) kemarin.

Dalam grafik tersebut, disebutkan permasalahan paling utama pada pengembangan wisata Danau Toba adalah mengenai fasilitas insentif Setara Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) pariwisata.

“Komunikasi dengan investor yang telah menandatangani perjanjian berinvestasi di Bali Oktober 2018. Karena di sana sudah ada 7 investor, investasinya Rp 6 triliun. Oh ternyata mereka minta insentif,” lanjut Menpar.

Tak hanya Danau Toba, Borobudur ternyata juga memiliki masalah yang sama.

Dalam grafik tersebut disebutkan proses status Hak Pengelolaan Lahan (HPL) lahan zona otorita yang seharusnya selesai pada Agustus 2019.

Namun sampai 18 Juli 2018 pembuatan laporan penelitian Tim Terpadu (Timdu) baru akan selesai.

“Padahal target kerja Timdu seharusnya selesai pada 30 Juni 2019,” isi keterangan dalam grafik tersebut.

Menpar mengatakan, tak hanya Borobudur dan Danau Toba, dalam banyak kasus proses birokrasi yang panjang dalam penyediaan lahan jadi kendala utama dalam pengelolaan tata ruang destinasi wisata.(Kps).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here