Home News Daftar 7 Negara yang Naik Kelas versi Bank Dunia

Daftar 7 Negara yang Naik Kelas versi Bank Dunia

0
SHARE

Matanurani, Jakarta — Bank Dunia menaikkan peringkat Indonesia dari negara pendapatan menengah ke bawah (lower middle income) menjadi negara berpenghasilan menengah ke atas (upper middle income). Berdasarkan klasifikasi Bank Dunia per 1 Juli 2020, enam negara lainnya juga ikut naik kelas bersama Indonesia.

Siapa saja? Berikut daftarnya.

Dirilis dari situs Bank Dunia, Kamis (2/7), Rumania, Nauru, dan Mauritius adalah tiga dari tujuh negara yang berhasil naik peringkat. Ketiganya masuk sebagai negara dengan pendapatan tinggi atau high income.

Rumania mencatat kenaikan GNI per capita pada 2019, yakni sebesar US$12.630 dari sebelumnya US$11.290. Rumania naik kelas dari peringkat sebelumnya yang diduduki Indonesia saat ini, yaitu kelas menengah ke atas.

Kemudian, Nauru. Negara kepulauan di Mikronesia di Pasifik Tengah ini mencatat kenaikan drastis pada GNI per capitanya, yaitu dari US$11.240 menjadi US$14.230 per 2019. Nauru sebelumnya bertengger sebagai negara berpenghasilan menengah ke atas.

Lalu, Mauritius atau negara kepulauan di barat daya Samudra Hindia, juga mencatat GNI per capita naik dari US$12.050 menjadi US$12.740 pada 2019. Kenaikan GNI per capita itu membawa Mauritius sebagai negara berpenghasilan tinggi.

Selain tiga negara di atas, Benin, Nepal, dan Tanzania, juga naik peringkatnya dari negara berpendapatan rendah menjadi negara kelas menengah ke bawah. Masing-masing GNI per capita ketiga negara ini adalah US$1.250, US$1.090, dan US$1.080.

Benin, dulu bernama Dahomey adalah negara di Afrika Barat, sebelumnya mencatat GNI per capita cuma US$870. Nepal pun mencatat GNI per capita di bawah US$1.000 sebelum berhasil naik peringkat.

Dari 7 negara yang berhasil naik kelas, cuma Indonesia satu-satunya yang masuk ke peringkat negara berpenghasilan menengah ke atas dengan GNI per capita sebesar US$4.050 dari sebelumnya US$3.840.

Status sebagai negara berpenghasilan menengah ke atas itu diberikan di tengah ancaman resesi akibat pandemi corona. Status itu berlaku per 1 Juli 2020.

“Sebuah prestasi membanggakan. Kenaikan status diberikan berdasarkan penilaian Bank Dunia terkini. GNI per capita Indonesia 2019 naik menjadi US$4.050 dari posisi sebelumnya, yaitu US$3.840,” terang Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu Rahayu Puspasari.

Menurut Rahayu, klasifikasi kategori ini biasa digunakan secara internal oleh Bank Dunia. Namun, dirujuk secara luas oleh lembaga dan organisasi internasional.

Diketahui, Bank Dunia membuat klasifikasi negara berdasarkan GNI per capita dalam empat kategori. Yakni, low income (US$1.035), lower middle income (US$1.036-US$4.045), upper middle income (US$4.046-US$12.535), serta high income (di atas US$12.535).

Bank Dunia menggunakan klasifikasi ini sebagai salah satu faktor untuk menentukan suatu negara memenuhi syarat menggunakan fasilitas dan produk, termasuk loan pricing (harga pinjaman).

Ia menilai kenaikan status Indonesia merupakan bukti atas ketahanan ekonomi dan kesinambungan pertumbuhan yang selalu terjaga dalam beberapa tahun terakhir.(Cen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here