Home News Cebong-Kampret Bersatu, Mahfud MD: Ujaran Intoleran Turun 80%

Cebong-Kampret Bersatu, Mahfud MD: Ujaran Intoleran Turun 80%

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Pemerintah mencatat indeks intoleransi menurun dalam enam bulan terakhir. Pascapenetapan hasil Pemilu Presiden (Pilpres) 2019 pada Mei, intoleransi turun 80%.

“Tadi, Presiden Joko Widodo mengatakan sekarang peristiwa-peristiwa ujaran kebencian yang sifatnya intoleran itu turun 80%,” kata Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan (Menko Polhukam) Mahfud MD di Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (26/12).

Menurutnya, perseteruan kubu pendukung pasangan Joko Widodo-Ma’ruf Amin atau yang dikenal dengan istilah cebong dengan pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno atau yang kerap disebut dengan kampret pada pilpres cukup berpengaruh. Saat dua kubu telah bersatu, didapatkan masyarakat berangsur menyatu.

“Ternyata efeknya bagus. Tidak ada peristiwa yang gaduh. Natal juga aman. Orang bergabung atau tidak bergabung, yang penting produknya aman, nyaman, tenang,” lanjut Mahfud.

Dia berharap kondisi baik ini terus berjalan. Intoleransi akan terus dievaluasi sebagai bahan pelajaran bernegara di masa datang.

“Mudah-mudahan kondisi seperti ini menjadi pelajaran. Kita tidak perlu ribut lah, toh, akhirnya bersatu juga. Besok tidak usah ribut lagi,” ujarnya.

Lebih lanjut, masyarakat diminta tenang dalam melihat gejala sosial. Dia tidak ingin masyarakat mudah tersulut emosi. (Mei).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here