Home Bisnis ESDM Akan Periksa Freeport Terkait Lingkungan

ESDM Akan Periksa Freeport Terkait Lingkungan

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berjanji akan memeriksa kembali kepatuhan operasi PT Freeport Indonesia terhadap peraturan dan perlindungan lingkungan di Papua. Sejauh ini, Kementerian Energi menilai Freeport menjalankan operasi dengan komitmen lingkungan yang ketat.

“Kalau di tambangnya sudah jelas. Kami sudah memastikan dan selalu diawasi (kepatuhan terhadap lingkungan). Tapi nanti kami akan cek kembali untuk pengawasan,” ujar Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Bambang Gatot Ariyono, Senin (1/5).

Rencana pengecekan kembali itu merespons hasil pemeriksaan dengan tujuan tertentu Badan Pemeriksa Keuangan atas kepatuhan Freeport terhadap peraturan perundang-undangan. Bambang berdalih belum bisa memutuskan tindak lanjut atas laporan itu karena belum menerima dokumen hasil pemeriksaan BPK.

BPK menyatakan, Freeport menyebabkan kerusakan lingkungan di Papua karena membuang limbah hasil penambangan ke hutan, sungai, muara, dan laut. Total potensi kerugian lingkungan yang timbul mencapai Rp 185 triliun. “Nilai itu adalah hasil kalkulasi oleh Institut Pertanian Bogor yang ditelaah BPK dalam konteks keuangan negara,” kata Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara.

BPK juga menyebutkan wilayah kontrak Freeport tumpang-tindih dengan kawasan hutan lindung seluas 4.535,93 hektare. Area yang tumpang-tindih merupakan tambahan kawasan penampungan endapan pasir sisa tambang yang menampung 230 ribu ton endapan per hari. Adapun area yang juga berstatus hutan lindung adalah tambahan lapisan tanah penutup bahan galian.

Kegiatan Freeport lainnya yang diperiksa auditor negara adalah tambang bawah tanah. Menurut BPK, kegiatan itu dilakukan tanpa izin lingkungan. Anggota IV BPK, Rizal Djalil, menganggap aktivitas tambang bawah tanah Freeport di luar lingkup dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) 1997. Dia juga menyebutkan perkara itu terjadi akibat lemahnya pengawasan pemerintah pusat.

Bambang menambahkan, Freeport sudah mengoperasikan tambang bawah tanah sejak 2016. Namun kawasan tambang itu belum beroperasi secara komersial. Barang tambang yang tergali, kata Bambang, masih tersimpan di fasilitas penyimpanan. “Dia rutin mengirimkan laporan perkembangan. Foto-fotonya semua ada.”

(Tem)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here