Home News BPS: Dalam Setahun Jumlah Pengangguran RI Naik 50 Ribu Orang

BPS: Dalam Setahun Jumlah Pengangguran RI Naik 50 Ribu Orang

0
SHARE
Kepala BPS Suhariyanto

Matanurani, Jakarta – Badan Pusat Statistik mencatat, Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT Agustus 2019 mengalami penurunan. Pada periode itu, TPT yang merupakan indikator untuk mengukur tenaga kerja yang tidak terserap oleh pasar kerja tercatat sebesar 5,28 persen dari jumlah angkatan kerja sebanyak 133,56 juta orang.

TPT mengalami penurunan dari Agustus 2015 sampai dengan Agustus 2019 sebesar 0,90 persen poin. TPT pada Agustus 2018 sebesar 5,34 persen, turun menjadi 5,28 persen pada Agustus 2019. Hal ini berarti dari 100 orang angkatan kerja, terdapat sekitar lima orang pengangguran.

Adapun jumlah angkatan kerja pada Agustus 2019 tercatat mengalami peningkatan 2,55 juta orang dibanding catatan Agustus 2018. Komponen pembentuk angkatan kerja adalah penduduk bekerja 126,51 juta orang dan 7,05 juta orang menganggur.

“Dibanding setahun yang lalu, jumlah penduduk bekerja bertambah 2,5 juta orang dan pengangguran meningkat 50 ribu orang,” kata Kepala BPS, Suhariyanto saat konferensi pers di kantornya, Jakarta, Selasa, (5/11).

Jika dilihat berdasarkan pendidikannya, TPT tertinggi masih dipegang oleh oleh pengangguran lulusan Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK sebanyak 10,42 persen. Diikuti lulusan Sekolah Menengah Atas atau SMA sebanyak 7,2 persen, Diploma I/II/III 5,99 persen, Universitas 5,67 persen, Sekolah Menengah Pertama atau SMP 4,75 persen dan Sekolah Dasar atau SD sebesar 2,41 persen.

Meski begitu, dia menegaskan jika dibandingkan pada periode 2015, TPT seluruh jenjang pendidikan mengalami penurunan sebesar 0,3 sampai 2,4 persen poin. Karena, seperti pengangguran yang berasal dari SMK pada 2015 saja sebanyak 12,65 persen, SMA 10,31 persen, Diploma I/II/III 7,54 persen dan universitas 6,40 persen.

“Komposisinya tidak banyak berubah paling tinggi mereka yang berpendidikan SMK tapi trennya turun jadi perbaikan kurikulum supaya match kebutuhan industri harus terus dilakukan,” tegasnya.(Viv).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here