Home News Bank Tak Bisa Danai Semua Proyek Infrastruktur, RI Bisa Andalkan Kerjasama Swasta

Bank Tak Bisa Danai Semua Proyek Infrastruktur, RI Bisa Andalkan Kerjasama Swasta

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Pemerintah saat ini tengah gencar membangun proyek infrastruktur pada berbagai daerah di Indonesia. Pembangunan proyek infrastruktur ini pun membutuhkan dana yang sangat besar, yaitu mencapai Rp5.000 triliun.

Hanya saja, pemerintah harus menjalin kerjasama dengan pihak swasta dalam membangun proyek infrastruktur. Sebab, dana APBN hingga perbankan tak seluruhnya dapat digunakan untuk membangun infrastruktur.

Menurut Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan Wimboh Santoso, dana yang terdapat di perbankan memang tak dapat digunakan secara keseluruhan untuk pembangunan infrastruktur. Penggunaan dana ini pun harus terukur sesuai porsi masing-masing.

“Harus terukur berapa besar porsi ke korporat ada ukurannya itu,” kata Wimboh di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, (12/9).

Kerjasama juga perlu dilakukan dengan perbankan asing dalam melakukan program pembangunan. Kerjasama ini perlu dilakukan agar kebutuhan pendanaan dalam proyek infrastruktur dapat tercukupi.

“Suatu saat itu lama-lama akan ada room-nya semakin tipis perbankan lokal. Sehingga kalau luar negeri masuk ya bagus,” ujarnya.

Kerjasama dengan perbankan asing memang telah dilakukan dalam proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia. Salah satunya adalah pada proyek kereta cepat Jakarta-Bandung yang dilakukan bersama China Development Bank.

Hanya saja, Wimboh menilai kerjasama ini perlu dilakukan dengan syarat bunga yang lebih murah. Pinjaman yang diterima pun harus terukur sesuai kemampuan untuk melakukan pembayaran.

“Size-nya berapa harus diukur. Tapi size Indonesia sekarang masih besar,” ujar Wimboh.

China Development Bank (CDB) berencana akan membuka kantor perwakilan di Indonesia. Kerjasama ini diharapkan dapat menemukan dampak keuntungan bagi Indonesia.

“Apalagi kalau dia foreign direct investment, jangkanya lebih panjang jadi kita ada modal lebih banyak untuk mentransformasi jadi negara pengeskpor,” ujarnya.

Pemerintah sebelumnya berencana untuk membentuk bank yang secara khusus membiayai proyek infrastruktur. Hanya saja, hingga saat ini belum terdapat perkembangan dari rencana tersebut.

“Masih jauh lah. Sekarang bagaimana kita meng-handle pembiayaan yang ada. Itu (bank infra) nanti akan muncul sendiri,” ujarnya.(Oke).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here