Home News Bank Mantap Ditetapkan Jadi Penyalur KUR

Bank Mantap Ditetapkan Jadi Penyalur KUR

0
SHARE

Nasabah Bank Mandiri Taspen melakukan transaksi melalui Smart By System di kantor Pusat Bank Mandiri Taspen usai diresmikan di Jakarta, Senin (11/3). Bank Mantap melakukan perpindahan kantor pusat dari Denpasar ke Jakarta sebagai upaya meningkatkan efisiensi dan dapat menekan beban operasional pendapatan operasional yang ckup tinggi selama di Denpasar./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/11/03/2019.

Matanurani, Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Koperasi dan UKM menetapkan PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) sebagai penyalur kredit usaha rakyat (KUR). Keputusan itu disahkan setelah kedua belah pihak menandatangani Perjanjian Kerjasama Pembiayaan (PKP) dalam rangka pembayaran subsidi bunga/margin KUR pada Selasa (19/11).

“Dengan penandatanganan PKP ini, maka Bank Mantap telah resmi menjadi Penyalur KUR yang ke 45,” kata Deputi Bidang Pembiayaan, Kemenkop dan UKM Yuana Sutyowati dalam keterangan tertulisnya, Rabu (20/11).

Deputi Bidang Pembiayaan Kemenkop UKM ditunjuk sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) subsidi bunga KUR berdasarkan Keputusan Menteri Keuangan Republik Indonesia Nomor 813/KMK.02/2016 tentang Penunjukan Kuasa Pengguna Anggaran Dalam Rangka Pembayaran Belanja Subsidi Imbal Jasa Penjaminan Kredit Usaha Rakyat dan Subsidi Bunga Untuk KUR.

Sementara sesuai dengan Permenko Bidang Perekonomian, Perjanjian Kerjasama Pembiayaan (PKP) antara KPA dengan Penyalur KUR menjadi salah satu persyaratan sebelum menyalurkan KUR.

Sejauh ini pemerintah sudah menetapkan 37 Bank, lima lembaga keuangan bukan bank dan tiga koperasi sebagai penyalur KUR.

Untuk diketahui realisasi penyaluran KUR Tahun 2019 sampai 30 September 2019 sebesar Rp 115,75 triliun kepada 4,12 juta debitur.

Rinciannya KUR Mikro sebesar Rp 71,36 triliun kepada 3,8 triliun debitur, KUR kecil/khusus sebesar Rp 43,73 triliun kepada 286.936 debitur, dan KUR TKI sebesar Rp 657 miliar kepada 36.959 debitur.

Guna mendukung pelaksanaan program KUR, pemerintah memberikan subsidi bunga masing-masing jenis KUR. Untuk KUR Mikro sebesar 10,5%, KUR Kecil sebesar 5,5%, dan KUR penempatan TKI sebesar 14%. Untuk realisasi pembayaran subsidi bunga tahun 2019 sampai  19 November 2019 senilai Rp 8,48 triliun atau sebesar 70,80% dari target senilai Rp 11,98 triliun.

Pemerintah mengubah kebijakan KUR tahun 2020. Dimana suku bunga diturunkan dari 7% menjadi 6%. Total plafon KUR ditingkatkan dari Rp 140 triliun menjadi Rp 190 triliun. Selain itu, terjadi peningkatan plafon KUR Mikro dari Rp 25 juta menjadi Rp 50 juta per debitur.(Ktn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here