Home News Badan Otorita Danau Toba Jalin MOU Dengan Universitas Sumatera Utara

Badan Otorita Danau Toba Jalin MOU Dengan Universitas Sumatera Utara

0
SHARE
Gubernur Sumut Tengku Erry Nuradi dan Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli didampingi 7 Bupati berfoto bersama usai menandatangani Nota Kesepakatan (MoU) mendukung Badan Otorita Danau Toba dalam Acara Malam Budaya Menyongsong Badan Otorita Danau Toba di auditorium BPPT JalanThamrin Jakarta Pusat, Rabu (25/5) malam.

Matanurani, Jakarta – Badan Pengelola Otorita Pariwisata Kawasan Danau Toba (BPOPKDT) bekerja sama dengan Universitas Sumatera Utara (USU) sepakat meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat di bidang pariwisata.

Kerja sama yang tertuang dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Direktur Utama BPOKDT Arie Prasetyo Maud dan Rektor USU SBM Prof Dr Runtung SH, M Hum yang dilaksanakan bersamaan dengan acara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas)  Kementerian Pariwisata (Kemenpar) ke-III 2017 di Hotel Bidakara, Jakarta, (26/9).

Arie Prasetyo menyebut, program kerjasama ini diharapkan tidak hanya dapat menghasilkan SDM profesional, melainkan juga mampu menciptakan industri pariwisata Wonderful Indonesia melalui Wonderful Tourism Entrepreneur.

“Kita akan mendukung penyelenggaraan pendidikan, pelatihan, penelitian bidang SDM yang terkait dengan pengembangan bidang kepariwisataan Danau Toba,” ujarnya.

Jalinan kesepakatan kedua belah pihak ini terasa strategis untuk membaca arah dan capaian arahan Presiden Jokowi untuk memastikan kemajuan lapangan di 10 destinasi wisata nasional, khususnya  Danau Toba dan sekaligus untuk memperkuat kapasitas sumber daya manusia di KSPN Danau Toba oleh perguruan tinggi terkemuka di Sumatera Utara itu.

“Kolabarosi ini diyakini akan menaikkan brand pariwisata Danau Toba sehingga akan meningkatkan top of mind,” ujarnya.

Fokus utama BPOPKDT adalah fasilitasi atraksi, penyusunan master plan, perbaikan akses, menggiatkan fungsi koordinasi percepatan pembangunan infrastruktur.

Termasuk aspek amenitas atau penyusunan skema investasi dan perizinan terpadu, pembentukan KEK Pariwisata. Telah ada real progress.

“Kita mulai merealisasikan dan melakukan banyak hal untuk Danau Toba. Dan ini perlu kerjasama dengan sejumlah pihak termasuk dengan pihak Universitas” urainya.

Penyiapan Danau Toba sebagai destinasi memang tidak hanya pada penyiapan fisik seperti layanan kereta api Medan-Siantar, bandara Silangit atau jalan-jalan baru antar kabupaten tetapi pada sumber daya manusia di sekitar Danau Toba.

Target pembangunan Danau Toba yang disebut sebagai supervolcano geopark adalah 1 juta Wisman dengan harapan devisa 16 triliun pada tahun 2019 dan ini berkaitan dengan kesiapan sumber daya manusia di kabupaten-kabupaten yang punya keterkaitan dengan layanan wisata Danau Toba.

Kerja sama ini tidak hanya berlaku bagi USU, melainkan juga nanti pengembangannya pada perguruan tinggi lain di Sumatera Utara.

Menteri Pariwisata Arief Yahya mengapresiasi langkah BPOPKDT dan USU  yang terus berupaya meningkatkan standar pendidikannya untuk mendukung kepariwisataan. Hal ini akan menjadi acuan bagi Universitas lain di wilayah Danau Toba.

“Kerjasama ini sangat bagus, untuk SDM agar Danau Toba mendunia dengan menggelar pelatihan digital, penyiapan homestay, untuk pengelola maskapai, serta sertifikasi kompetensi kepariwisataan,” kata Menpar Arief Yahya.

BPOPKDT dan USU  bersama bisa siapkan pelatihan dasar pariwisata, Pariwisata Goes To Campus sehingga akan menciptakan SDM yang brand value-nya semakin tinggi. Dengan MoU ini brand value-nya akan semakin tinggi, maka dituntut tinggi pula kekuatan Competence, Contribution, dan Communication (3C).

“Saya yakin karena dengan kerjasama ini, akan menghasilkan brand value SDM  yang bagus,” pungkasnya. (Smn)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here