Home News APBN Semakin Sehat Meski Utang Naik

APBN Semakin Sehat Meski Utang Naik

0
SHARE
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati

Matanurani, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) semakin sehat meski jumlah utang tetap mengalami kenaikan. Untuk itu, maka utang yang telah mencapai Rp4.034,80 triliun perlu dilihat dari keseluruhan APBN dan keseluruhan perekonomian.

“Bila diukur dari jumlah nominal dan rasio terhadap Produk Domestik Bruto, defisit APBN dan posisi utang Pemerintah terus dikendalikan jauh di bawah ketentuan Undang-Undang Keuangan Negara,” ungkapnya melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (24/3).

Menurutnya, defisit APBN tahun 2016 yang sempat dikhawatirkan akan melebihi 3% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) masih bisa dikendalikan dengan pemotongan belanja secara drastis hingga mencapai Rp167 triliun. “Langkah tersebut telah menyebabkan sedikit perlambatan pertumbuhan ekonomi,” jelasnya.

Demikian juga pada tahun 2017, defisit APBN yang diperkirakan mencapai 2,92% terhadap PDB, berhasil diturunkan menjadi sekitar 2,5%. Tahun 2018 ini target defisit Pemerintah kembali menurun menjadi 2,19 terhadap PDB.

Bahkan dia mengatakan, pada periode 2005-2010, saat dirinya masih menjabat Menteri Keuangan sebelum ini, Indonesia berhasil menurunkan rasio utang terhadap PDB dari 47% ke 26%.

“Suatu pencapaian yang sangat baik, dan APBN Indonesia menjadi semakin sehat, meski jumlah nominal utang tetap mengalami kenaikan,” jelasnya.

Demikian juga dengan kekhawatiran mengenai posisi keseimbangan primer, Pemerintah dalam berbagai penjelasan telah menyatakan akan menurunkan defisit keseimbangan primer, agar APBN menjadi instrumen yang sehat dan sustainable.

“Buktinya, pada tahun 2015 keseimbangan primer mencapai defisit Rp142,5 triliun, menurun pada tahun 2016 menjadi Rp125,6 triliun, dan kembali menurun pada tahun 2017 sebesar Rp121,5 triliun,” imbuhnya.

Kemudian untuk tahun 2018, Pemerintah menargetkan keseimbangan primer menurun lagi menjadi Rp87,3 triliun. “Tahun 2019 dan ke depan kita akan terus menurunkan defisit keseimbangan primer untuk mencapai nol atau bahkan mencapai surplus,” tukasnya. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here