Home News Anggaran Pemulihan Ekonomi 2021 Dinaikkan Jadi Rp619 T

Anggaran Pemulihan Ekonomi 2021 Dinaikkan Jadi Rp619 T

0
SHARE

Petugas memindahkan uang di 'cash center' Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (15/5). Bank Indonesia merilis adanya peningkatan posisi cadangan devisa dari US$116,4 miliar pada akhir triwulan IV 2016 menjadi US$121,8 miliar pada akhir triwulan I 2017, dimana jumlah tersebut cukup untuk membiayai kebutuhan pembayaran impor dan utang luar negeri pemerintah selama 8,6 bulan dan berada di atas standar kecukupan internasional. ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay/kye/17

Matanurani, Jakarta — Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan alokasi dana Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 akan naik dari Rp553,09 triliun menjadi Rp619 triliun. Jumlahnya hampir menyamai pagu PEN 2020 sebesar Rp659,2 triliun.

Ani, sapaan akrabnya mengatakan kenaikan alokasi ini telah mendapat restu dari Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dan kementerian lain.

“Semalam, kami baru berdiskusi dengan Menko Perekonomian dan kementerian lain untuk meningkatkan angkanya menjadi Rp619 triliun,” ungkap Ani di acara Mandiri Investment Forum 2021 secara virtual, Rabu (3/2).

Ia mengatakan anggaran itu Rp104,7 triliun untuk sektor kesehatan, Rp150,96 triliun untuk perlindungan sosial, Rp141,36 triliun untuk program prioritas, serta dukungan pembiayaan untuk UMKM dan korporasi Rp150,06 triliun.

“Ini termasuk untuk vaksinasi,” imbuhnya.

Untuk alokasi sektor kesehatan, itu digunakan untuk pengadaan dan operasional vaksin covid-19, sarana, prasarana, dan alat kesehatan, biaya klaim perawatan, insentif tenaga kesehatan, dan santunan kematian, dan bantuan iuran BPJS Kesehatan untuk PBPU/BP.

Lalu, perlindungan sosial untuk Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Sembako, Kartu Prakerja, BLT Dana Desa, Bansos Tunai, Subsidi Kuota Internet, hingga diskon dan gratis listrik. Kemudian, untuk program prioritas akan diberikan untuk sektor pariwisata, ketahanan pangan (food estate), pengembangan ICT, pinjaman ke daerah dan subsidi ke daerah, padat karya kementerian/lembaga, kawasan industri, dan lainnya.

Sedangkan untuk program dukungan UMKM dan korporasi, anggaran digunakan dalam bentuk subsidi bunga KUR dan non-KUR, IJP korporasi dan UMKM, penempatan dana, penjaminan loss limit, dan korporasi.

Selain itu, Ani mengatakan kenaikan pagu PEN 2021 juga terjadi karena pemerintah memperpanjang pemberian insentif perpajakan untuk berbagai hal. Mulai dari pembebasan Pajak Penghasilan (PPh) Pasal 21 bagi karyawan hingga dunia usaha.

“Kami memasukkan insentif perpajakan untuk dunia usaha sekitar Rp42 triliun, bahkan angkanya mendekati Rp62 triliun bila memasukkan insentif perpajakan di sektor kesehatan,” jelasnya.

Sebelumnya, pemerintah hanya mengalokasikan pagu PEN 2021 sebesar Rp372,3 triliun. Namun, alokasinya naik terus secara bertahap seiring bertambahnya berbagai belanja.

Mulanya, alokasi naik menjadi Rp403,9 triliun. Lalu, naik lagi menjadi Rp553,09 triliun dan terakhir diasumsikan bakal tembus Rp619 triliun.

Sementara realisasi PEN 2020 hanya mencapai Rp579,79 triliun. Capaiannya cuma 83,39 persen dari pagu Rp695,2 triliun.(Cen).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here