Home News 2021, UKM Akan Lebih Fokus pada Perdagangan Digital

2021, UKM Akan Lebih Fokus pada Perdagangan Digital

0
SHARE

Matanurani, Jakarta  – Dalam edisi ketiga studi global bertajuk “Visa Back to Business Study 2021 Outlook”, ditemukan bahwa transformasi usaha kecil dan mikro (“UKM”) ke arah perdagangan digital akan terus berlanjut di tahun baru ini.

Sejumlah area semakin menjadi perhatian seperti keamanan, pencegahan penipuan, dan fitur pembayaran yang makin umum seperti ‘buy now, pay later’ serta penerimaan pembayaran mobile.

Berdasarkan studi tersebut, pada akhir tahun 2020, 82% UKM yang disurvei mengungkapkan bahwa mereka beranjak mengadopsi teknologi digital baru untuk mengikuti perubahan perilaku konsumen.

Menyambut tahun 2021, para pelaku UKM ini semakin mempertimbangkan sejumlah teknologi pembayaran yang dinilai vital dalam memenuhi ekspektasi konsumen saat ini, di antaranya software manajemen keamanan dan penipuan (47%), penerimaan pembayaran nirsentuh/contactless atau mobile (44%), pemrosesan pembayaran melalui perangkat mobile (41%), fitur pembayaran cicilan atau ‘buy now, pay later’ (36%) dan teknologi backend pembayaran digital (31%).

“Berkaca dari tahun 2020, kami melihat bahwa pengalaman pembayaran digital, seperti contactless dan eCommerce, paling diminati akibat dorongan kebutuhan masyarakat dan telah semakin beranjak menjadi kebiasaan sehari-hari”, ungkap Kevin Phalen, global head of business solutions, Visa dalam keterangan tertulisnya.

“Apabila tahun 2020 merupakan era pembayaran contactless dan eCommerce, hasil studi ini memberitahu kita bahwa tahun 2021 akan semakin menegaskan isu keamanan dan pencegahan penipuan, serta uji coba lebih banyak lagi perangkat perdagangan digital baru yang dapat membantu bisnis bertumbuh.” tambahnya.

Semua negara yang disurvei telah mengadopsi teknologi pembayaran baru secara cepat dan perubahan perilaku konsumen terkait perdagangan.

Temuan tambahan dari studi di Brasil, Kanada, Jerman, Hong Kong, Irlandia, Rusia, Singapura, Uni Emirat Arab (UEA), dan Amerika Serikat, menyoroti besarnya dampak dari tahun 2020 dan ekspektasi untuk tahun 2021:

1. Pembayaran contactless akan semakin digunakan: Penggunaan pembayaran contactless mengalami peningkatan secara global pada tahun 2020 seiring konsumen mencari cara membayar yang lebih aman di tengah pandemi.

Tren ini diperkirakan akan terus berlanjut pada tahun baru. Faktanya, pada bulan Juni 2020, hanya 20% UKM yang menawarkan pembayaran contactless untuk pertama kalinya. Saat ini, 39% UKM mengungkapkan telah menerima pembayaran digital baru. Hampir tiga dari empat (74%) UKM berharap konsumen akan terus memilih pembayaran contactless bahkan setelah vaksin COVID-19 tersedia luas.

2. Dengan cepatnya, konsumen menempatkan protokol kesehatan selama pandemi Covid-19 sebagai prioritas saat berbelanja, yang memicu peralihan pesat ke perdagangan yang minim kontak fisik. Dua pertiga (65%) konsumen yang disurvei menyatakan lebih memilih menggunakan pembayaran contactless sesering mungkin dan hanya 16% yang mengatakan akan kembali ke metode pembayaran konvensional pasca pandemi.

3. Beradaptasi menghadapi era baru yang serba digital: Hampir semua pelaku UKM di Uni Emirat Arab (97%) dan Hong Kong (96%) telah menyesuaikan cara mereka berbisnis dalam kurun waktu tiga bulan terakhir, dibandingkan dengan rata-rata pelaku UKM secara global sebesar 82%. Pada bulan Juni 2020, hanya dua dari lima UKM di Hong Kong (40%) yang menjual produk dan layanan secara online.

Saat ini, hampir tiga dari lima (57%) menjual lebih banyak secara online, dibandingkan dengan rata-rata pelaku UKM secara global sebesar 44%.Sebagai pendukung jalannya perdagangan yang terpercaya, (Bis).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here