Home News 10 Bulan Pandemi RI: Kematian 180 Dokter hingga Krisis Makam

10 Bulan Pandemi RI: Kematian 180 Dokter hingga Krisis Makam

0
SHARE
An Indonesian woman walks past a mural that invite people to fight against the COVID-19 coronavirus in Surabaya, East Java on March 26, 2020. (Photo by JUNI KRISWANTO / AFP)

Matanurani, Jakarta — Pandemi virus corona yang melanda Tanah Air selama hampir 10 bulan belum bisa dikendalikan. Jumlah kasus baru kian meningkat, pada hari-hari tertentu bahkan selalu ada rekor anyar tambahan kasus harian Covid-19.

Wabah Covid-19 mau tak mau berangsur merombak juga merugikan pelbagai sektor, termasuk kesehatan.

Hari ke hari dunia medis kehilangan orang-orang terbaiknya. Tim Mitigasi Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) mencatat, 180 dokter meninggal terpapar Covid-19 hingga data 28 November 2020 lalu.

Beban kerja yang berat, lonjakan kasus-kasus positif di beberapa provinsi di Indonesia hingga rumah sakit yang dipenuhi pasien-pasien Covid-19 menyumbang kian buruknya kondisi kesehatan para tenaga medis.

Kelelahan dan risiko terjangkit virus corona pun tak terelakkan.

Secara jumlah, kematian dokter terbanyak berasal dari Provinsi Jawa Timur 38 dokter, diikuti DKI Jakarta 27 dokter, Sumatera Utara 24 dokter, dan Jawa Tengah 15 dokter, dan Jawa Barat 14 dokter.

Berdasarkan spesialisasinya, tenaga dokter umum paling yang banyak mencatatkan kasus kematian. Total terdapat 92 orang, empat orang di antaranya merupakan guru besar.

Kematian pada tenaga dokter spesialis sebanyak 86 dokter, dengan tujuh di antaranya merupakan guru besar. Selain itu, tercatat juga 2 dokter residen yang meninggal terpapar Covid-19.

Ketua Umum PB IDI Daeng Faqih mengatakan, 180 dokter meninggal merupakan korban dari Pandemi Covid-19. Menurut dia, pangkal soal tingginya kematian adalah kasus dan pasien yang masih melambung.

“180 dokter itu korban, oleh karenanya penularan kita jaga betul, biang keroknya ini tingginya pasien di RS, sehingga beban pelayanan tinggi, menyebabkan nakes tertular dan gugur,” terang Daeng dalam dialog ‘Menyikapi Tren Kenaikan Kasus Covid-19’ di Youtube BNPB, Senin (30/11).

Tidak hanya itu, kabar pilu datang dari Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Ranggon, Jakarta Timur. TPU khusus pemakaman Covid-19 ini telah penuh bagi jenazah muslim sejak 8 November 2020.

Penanggung Jawab Pelaksana Pemakaman Covid-19 di TPU Pondok Ranggon, Muhaimin mengatakan Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta tidak lagi merujuk jenazah muslim ke TPU tersebut, kecuali dengan pelayanan pemakaman tumpang.

“Di Pondok Ranggon sekarang yang muslim hanya melayani pemakaman tumpang. Kalau non-muslim masih ada sekitar 60-an lokasi lagi,” ungkap Muhaimin seperti dikutip dari cnn, Senin (30/1).

Tambahan kasus positif harian Covid-19 di Indonesia sebanyak 4.617 orang pada Senin (30/11). Dengan begitu, akumulasil kasus positif Covid-19 mencapai 538.883 orang.

Pada Minggu (29/11), kasus tambahan harian sempat memecahkan rekor hingga 6.267 kasus. Pada pekan sebelumnya angka penambahan setiap harinya pun tercatat selalu di atas 4 ribu kasus.

DKI Jakarta masih menjadi provinsi dengan jumlah kumulatif kasus positif terbanyak. Kemudian Jawa Tengah menyumbang kasus aktif Covid-19 tertinggi di seluruh Indonesia. Sementara Jawa Timur merupakan provinsi dengan angka kematian Covid-19 terbanyak.(Cen)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here