Home Ekonomi Wimboh Tekankan Pentingnya Akses Permodalan dan Asuransi bagi UMKM dan Koperasi

Wimboh Tekankan Pentingnya Akses Permodalan dan Asuransi bagi UMKM dan Koperasi

0
SHARE
Dr Benny Pasaribu

Matanurani, Jakarta – Terpilihnya Wimboh Santoso sebagai Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) periode 2017-2022 ditanggapi beragam oleh ekonom.

Salah satunya datang dari ekonom yang juga  anggota Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN), Dr Benny Pasaribu.

Menurut Doktor lukusan Kanada ini  terpilihnya Wimboh sebagai nahkoda baru OJK dinilai sangat tepat. Visi misi Wimboh tentang stabilitas industri keuangan dan sinergitas antara OJK, BI dan kementrian keuangan penting di dukung.

“Saya yakin OJK akan lebih kuat dan efektif dalam mengawasi industri keuangan dibawah dream team yang dipimpin oleh Wimboh. Ditambah akumulasi dari setiap pengalaman panjangnya mengatur dan mengawasi industri keuangan sudah sangat tepat,” kata Benny saat dihubungi di Jakarta, Minggu (9/7).

Selain itu Benny yakin visi dan misi yang diusung oleh OJK dibawah kepemimpinan Wimboh akan lebih menekankan pentingnya akses permodalan dan asuransi bagi Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) dan Koperasi.

“Saya juga yakin dari visi misinya, pak Wimboh akan lebih menekankan pentingnya akses permodalan dan asuransi bagi UMKM dan Koperasi sebagai bagian dari sistem ekonomi kerakyatan yg tertuang dalam Nawacita Presiden Jokowi,” pungkas Benny.

Seperti diketahui Wimboh memulai karirnya di Bank Indonesia (BI) pada 1984 sebagai pemeriksa bank setelah lulus dari Universitas Sebelas Maret (UNS). Wimboh kelahiran Boyolali 15 Maret 1957, sebelumnya merupakan ekonom Indonesia yang pernah menjabat sebagai kepala perwakilan Bank Indonesia (BI) di New York pada tahun 2012. Jabatan ini diperoleh usai ia menjabat sebagai Direktur Direktorat Pengaturan Perbankan BI periode 2010-2012.

Baru 10 bulan menjabat sebagai kepala perwakilan Bank Indonesia di New York, tokoh yang riset dan paper-nya sering dipublikasikan di dalam dan luar negeri ini didaulat menjadi Direktur Eksekutif IMF mewakili ASEAN plus Fiji, Tonga, dan Nepal sampai April 2015.

Wimboh menghabiskan masa muda di Soloraya. Pendidikan formal strata satu diraihnya dari Fakultas Ekonomi UNS Surakarta pada 1983. Dengan bekal gelar Sarjana Ekonomi itu dia meniti karier sebagai pengawas bank di BI. Ayah tiga anak ini melanjutkan studinya dalam program Master of Science in Business Administration di University of Illinois, Amerika pada 1991. Pendidikan ini diselesaikan pada September 1993.

Kemudian, ia melanjutkan pendidikan formalnya ke jenjang Doktor di Loughborough University, Inggris, dengan studi konsentrasi Financial Economics pada 1995. Dengan memboyong gelar PhD, Wimboh kembali ke Indonesia pada 1999. Dia membawa ilmu manajemen risiko (risk management) untuk diterapkan pada perbankan Indonesia. Banyak regulasi perbankan yang lahir atas peran Wimboh.

Selain bekerja di BI, Wimboh juga mulai aktif mengajar pada sejumlah Perguruan Tinggi. Dia juga ikut mendirikan program Magister Management Universitas Indonesia di bidang Risk Management pada 2001. Sejak akhir tahun 2015, Wimboh terpilih melalui rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPSLB) Bank Mandiri, untuk mengisi posisi sebagai komisaris utama bank tersebut. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here