Home Ekonomi Presiden Jokowi Optimis Pertumbuhan Ekonomi Raih 6,1 Persen 

Presiden Jokowi Optimis Pertumbuhan Ekonomi Raih 6,1 Persen 

0
SHARE
Sri Adiningsih

Matanurani, Jakarta – Pemerintah menargetkan tahun depan pertumbuhan ekonomi Indonesia sebesar 6,1 persen. Meski situasi ekonomi dunia penuh ketidak pastian, namun Pemerintah optimis dapat mencapai target yang akan dituju.

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden bidang ekonomi, Sri Adiningsih mengatakan, secara umum Pemerintah melihat pertumbuhan ekonomi yang dituju lebih mengarah berkeadilan ke depan sehingga dapat mengatasi persoalan kemiskinan dan ketimpangan antara masyarakat miskin dan kaya.

Pertumbuhan yang diharapkan Presiden Joko Widodo adalah dapat dinikmati masyarakat keseluruhan, dan terjadinya penurunan kemiskinan. “Akhir-akhir ini banyak ketidak pastian di sekitar kita, dan hasil pemilu di Inggris juga membuat ketidak pastian. Kebijakan Amerika dibawah Trump (Presiden AS Donald Trump) juga banyak membuat ketidak pastian, tapi pemerintah secara umum dapat mengantisipasinya, seperti kurs asumsinya terjadi kelemahan, dan ketidak pastian mungkin terjadi,” ujar Sri Adiningsih, di Jakarta, Senin (12/6)
.
Ekonom asal Universitas Gajah Mada itu mengungkapkan, belakangan ini terjadi peningkatan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) dunia, namum pemerintah dalam melihat kenaikan BBM akan tetap optimis, bahwa stabilitas umum secara global masih terjaga.

Dengan ketidak pastian ekonomi global yang terjadi, Adiningsih mengatakan, tidak membuat Pemerintah pesimis dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi ke depannya. “Asumsi ini (pertumbuhan 6 persen) saya kira cukup rasional, dan dapat dipertanggungjawabkan. Tapi untuk meningkatkan ini maka para menteri harus bekerja keras dan profesional, tidak terganggu akan agenda politik tahun 2018 yang akan semakin memanas, karenanya memanfaatkan faktor positif. Kita berharap menteri bekerja profesional dan tidak banyak terlibat kampanye, dan menyelesaikan tugas yang dimandatkan sampai selesai,” ujarnya.

Dia mengimbau, agar masalah sosial dan politik tidak menganggu kinerja pemerintah. “Meski sekitar Oktober 2018 akan ada kampanye Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Presiden namun jangan mengganggu proses pertumbuhan ini,” tutur Adingsih.

Sri menegaskan, pertumbuhan ekonomi harus tumbuh sehingga dapat mengurangi kemiskinan dan ketimpangan yang terjadi. “Presiden Jokowi ingin meningkatkan pertumbuhan ekonomi dengan melakukan 10 program prioritas, salah satunya pembangunan di Papua,” ujarnya. (Ian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here