Home Perbankan Era Baru Pembiayaan Syariah di Indonesia, Erick : Optimal Kejar Ketertinggalan

Era Baru Pembiayaan Syariah di Indonesia, Erick : Optimal Kejar Ketertinggalan

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang juga Ketua Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) Erick Thohir mengungkapkan negara Indonesia yang berpenduduk sekitar 265 juta, dan mayoritas Muslim,  pertumbuhan pembiayaan Syariahnya masih dibawah 7 %, dibandingkan dengan negara- negara muslim lainnya dan bahkan negara tetangga Malaysia yang rata- rata pertumbuhan pembiayaannya antara 24% – 60 %.

“Harapannya kedepan tentu sejak pasca penggabungan bank- bank Syariah milik BUMN menjadi Bank Syariah Indonesia (BSI) perlu memiliki strategi baru dengan inovasi teknologi di era digital untuk mengejar ketertinggalan agar Indonesia lebih maju,” kata Erick dalam acara Webinar Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) di Jakarta, Rabu (17/3).

Sementara itu Direktur Utama PT. Bank Syariah Indonesia, Tbk. Hery Gunadi  mengungkapkan pembiayaan Syariah saat masa pandemi Covid-19 masih tumbuh positif 8,08 % tahun 2020 dan bahkan melampaui pertumbuhan ekonomi nasional  2,19% dan ditargetkan tahun 2021 akan tumbuh  13- 18%.

“Untuk capaian target tersebut, BSI akan bersinergi dengan pemangku kepentingan, regulator serta organisasi kemasyarakatan Islam di Indonesia. Dengan demikian BSI yang memiliki Aset Rp.239, 63 Triliun dan total Pembiayaan Rp. 156,52 Triliun mampu menjawab  tantangan era baru ini dengan baik,” tandas Hery.

Sementara Direktur Utama PT. Sri Rejeki Isman, Tbk. Iwan S Lukito berharap ada keterbukaan dari pihak Lembaga Pembiayaan Syariah tentang Klien yang memasarkan produk halal sehingga, bisa berkolaborasi dengan Korporasi dalam memberikan pendampingan kepada UMKM.

“Sehingga pembiayaan syariah yang  ditargetkan oleh Pemerintah dapat terwujud dengan menciptakan ekosistem yang baik,” ujarnya.

Sementara Anggota ISEI yang juga dosen STIE Insan Pembangunan Tangerang, Fransiska Sestri menyoroti tentang kesiapan produk- produk syariah yang akan dipasarkan melalui Pasar Modal dan strateginya menghadapi perilaku konsumen milenial yang cepat berubah dan dinamis.

Disamping itu Sestri menilai  brand Syariah  terlanjur tidak modern dan terkesan lambat dalam menghadapi sikap para nasabah milenial era industri 4.0 yang selalu ingin pelayanan serba cepat,

“Maka perlu strategi yang tidak biasa, karena merubah peresepsi masyarakat tidak mudah. Apalagi  ingin mencapai pertumbuhan lebih dari dua digit tersebut,” tegas  Sekjen LPER itu.

Penutup, Ketua ISEI Jakarta dan Direktur Utama BEI, Inarno Djajadi sebagai host dalam acara Webinar-2  ISEI mengapresiasi  para peserta webinar  yang setia menyimak acara dengan interaktif.

“Kehadiran BSI harus bisa menyeimbangkan antara perbankan syariah dan konvensional, dan harapannya Lembaga Pembiayaan Syariah harus lebih optimal berperan di pasar modal secara adaptif dengan menciptakan ekosistem sesuai era baru,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here