Home Ekonomi Ketua OJK Buka Pasar Modal di Tahun ke-42 Bursa

Ketua OJK Buka Pasar Modal di Tahun ke-42 Bursa

0
SHARE

Matanurani, Jakarta: Pasar modal Indonesia pada hari ini memasuki tahun ke-42 diaktifkannya di Tanah Air. Harapan besar disematkan agar pasar modal semakin kredibel, berdaya saing dan relevan.

“Kita semua berkumpul pada pagi hari ini untuk memperingati diaktifkannya kembali pasar modal Indonesia yang ke-42, sekaligus membuka perdagangan di Bursa Efek Indonesia hari ini,” kata Ketua Komisioner OJK Wimboh Santoso dalam sambutannya di aula gedung BEI, Jakarta, Senin, (12/8).

Dalam kesempatan tersebut Wimboh mengapresiasi seluruh pemangku kepentingan baik Pemerintah, Bank Indonesia, para SRO dan anggota bursa. Pasar modal juga terus tumbuh berkat seluruh pihak yang turut serta berperan.

“Saya yakin cita-cita kita untuk memiliki industri pasar modal yang kredibel, berdaya saing dan
relevan bagi penyediaan pembiayaan program pemerintah dan dunia usaha serta peningkatan kesejahteraan masyarakat akan dapat kita wujudkan,” ungkapnya.

Wimboh menambahkan pihaknya juga akan terus mendukung penuh seluruh pemangku kepentingan dalam mengembangkan Pasar Modal Indonesia yang berkelanjutan.

“Selamat ulang tahun ke-42 pasar modal dan selamat berkarya untuk Pasar Modal Indonesia yang lebih maju dan relevan bagi perekonomian dan masyarakat Indonesia,” ucapnya.

Direktur Utama BEI Inarno Djayadi menambahkan sejak diaktifkan kembali pada 1977 pasar modal Indonesia telah menjalani sejumlah dinamika sejalan dengan pengembangan ekonomi nasional. Kondisi ini turut diikuti dengan capaian prestasi yang membanggakan dalam 42 tahun.

“Ini tercermin dari perkembangan yang signifikan berbagai indikator seperti IHSG, nilai transaksi dan tentunya jumlah dan nilai kapitalisasi perusahaan tercatat yang ada di BEI,”  ungkapnya.

Dalam lima tahun terakhir kinerja pertumbuhan pasar modal Indonesia cukup positif dibandingkan negara ASEAN. Kondisi ini menunjukan investor yang kita percaya menanamkan modalnya.

“Dalam lima tahun terkahir bahwasanya pertumbuhan kita paling tinggi sejumlah 25,3 persen di atas Thailand yang sebesar 16,2 persen,” ujar Inarno.

BEI, lanjut dia, akan terus berupaya memberikan layanan terbaik kepada seluruh stakeholder dan membangun transformasi pasar modal yang mampu kontribusi besar bagi perekonomian nasional. Pihaknya juga akan fokus dalam pengembangan berbagai program strategis yang berdampak besar bagi perkembangan industri.

“Tentunya melibatkan seluruh stakeholder pasar modal Indonesia khususnya OJK, Pemerintah, BI, lingkungan asosiasi dan seluruh pelaku industri pasar modal,” ucapnya.(Mei).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here