Home Ekonomi Kemenperin Pacu Jumlah Wirausaha Muda Tanah Air

Kemenperin Pacu Jumlah Wirausaha Muda Tanah Air

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Kementerian Perindustrian bertekad untuk terus memacu jumlah wirausaha muda dalam sektor industri kreatif.

Upaya ini mendukung kontribusi positif terhadap perekonomian nasional sekaligus membawa efek ganda bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Tanah Air.

“Kemenperin fokus dan aktif melaksanakan berbagai gelaran yang dapat memberikan ruang bagi pengembangan ekonomi kreatif,” kata Direktur Jenderal (Dirjen) Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Gati Wibawaningsih dalam keterangan persnya di Jakarta, Minggu (28/7).

Di antara gelaran tersebut yakni kegiatan Creative Talksebagai kick-offdari upaya pengembangan kewirausahaan program Creative Business Incubator (CBI)- Bali Creative Industry Center (BCIC).

Menurut Gati, setelah sukses menyelenggarakan di Yogyakarta, Kemenperin kembali melanjutkan acara inkubator pengembangan kewirausahaan di Surabaya, Jawa Timur, pada 23 Juli 2019.

Kegiatan ini bertujuan sebagai ajang berbagi pengetahuan dan pengalaman tentang strategi pengembangan usaha, pemasaran produk, peningkatan motivasi berwirausaha, serta sosialisasi program CBI kriya dan fesyen yang dilakukan olehBCIC.

“Indonesia adalah negara yang memiliki budaya yang sangat beragam. Hal ini merupakan modal yang sangat baik dalam pengembangan ekonomi kreatif. Sehingga tidak mengherankan jika potensi ekonomi kreatif Indonesia sangat besar,” ungkapnya.

Narasumber yang terlibat pada kegiatan Creative TalkCBI di Surabaya, terdiri dari pelaku industri kreatif kriya dan fesyen, antara lain Founder Womanpreneur CommunityIrma Sustika, Founder Dus Duk Duk, Arif Susanto, dan Founder Luido Dzai Dzul yang merupakan peserta Creative Business Incubator – BCIC tahun 2018-2019.

Narasumber lainnya yang mewakili pihak akademisi, yaitu Kepala Program Studi S1 Business EconomicsUniversitas Prasetiya Mulya Erica Novianti Lukas dan Sekretaris Program S1 Business EconomicsUniversitas Prasetiya Mulya Isti Budhi Setiawati.

Gati menyebutkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jawa Timur masuk dalam lima provinsi penyumbang PDB ekonomi kreatif terbesar tahun 2016, yaitu mencapai 9,37 persen. Nilai PDB ekonomi kreatif secara nasional sepanjang tahun tersebut, Rp922,59 triliun.

Selain itu, Jawa Timur sebagai penyumbang ekspor ekonomi kreatif terbesar kedua pada tahun 2016 yang mencapai 24,36 persen. Nilai ekspor ekonomi kreatif pada 2016 menembus hingga 19,98 miliar dolar AS, naik 3,36 persen dari 2015 sebesar 19,33 miliar dolar AS.(Ant).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here