Home Ekonomi KEIN: Paparkan Strategi Ekonomi dengan 4 Sektor Industri Prioritas

KEIN: Paparkan Strategi Ekonomi dengan 4 Sektor Industri Prioritas

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) tetapkan 4 sektor industri prioritas menuju industrialisasi 2045 untuk mengakselerasi pencapaian  pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah. Ke empat sektor tersebut diantaranya agroindustri, maritim, pariwisata dan ekonomi kreatif.

“KEIN tetapkan 4 sektor industri prioritas tersebut sebagai saran dan strategi yang out of the box kepada pemerintah agar perekonomian Indonesia terus tumbuh secara berkualitas,” kata Ketua KEIN Soetrisno Bachir saat Media Gathering KEIN di Jakarta, Selasa (13/6).

KEIN merupakan lembaga yang didirikan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 8 tahun 2016 tentang Komite Ekonomi dan Industri Nasional. Tugas utama lembaga yang memiliki 17 Kelompok Kerja ini,  mengkaji permasalahan ekonomi dan industri, serta menyampaikan saran dan tindak strategis kepada Presiden.

Anggota KEIN bidang agroindustri Dr Benny Pasaribu menyampaikan, industri prioritas memiliki potensi besar untuk menjadi lokomotif dan motor penggerak untuk pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja, pengurangan kemiskinan dan kesenjangan.

“Jika  strategi kebijakan dan implementasinya benar maka Indonesia dapat mengejar ketertinggalan dari negara lain, bahkan bisa menjadi negara industri terbesar ke 4 dunia.” kata Benny.

Kendati begitu, Benny mengakui masih terdapat sejumlah kendala dalam pengembangan sektor industri tersebut. Salah satunya masih rendahnya pendidikan dan keterampilan SDM di 4 sektor tersebut, seperti petani dan nelayan.

“Sistem pendidikan vokasi hingga di pedesaan harus dikembangkan dengan kerjasama pembiayaan antara pemerintah pusat, provinsi dan kabupaten/ kota,” ungkap Benny.

Selain itu, lemahnya daya saing produk Indonesia masih menjadi kendala terutama karena adanya berbagai hambatan/ rintangan berusaha dan berinvestasi yang berakhir pada  biaya tinggi. Dan selanjutnya kondisi infrastruktur dan ketersediaan energi di pedesaan yang masih terbatas.

Namun demikian, Benny mengapresiasi kebijakan pemerintah saat ini semakin mendukung pertumbuhan industri, perdagangan dan investasi.

Berbagai peraturan dan perijinan telah dicabut terutama yang mengakibatkan prosedur yang sangat rumit dan berbiaya tinggi. Ease of doing business (EODB) atau indeks kemudahan berbisnis makin kondusif. Pembangunan infrastruktur juga makin digalakkan, termasuk jalan, jembatan, waduk/ embung, listrik, kawasan industri, pelabuhan laut dan bandara, yang menyebar dari Aceh hingga Papua.

“Dengan berbagai terobosan dan kemudahan kebijakan yg telah diambil oleh Presiden Jokowi maka peluang industrialisasi akan lebih cepat berkembang,” pungkas Benny. (Simon)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here