Home Ekonomi KEIN:  Dorong Industrialisasi Atasi Tantangan Ekonomi

KEIN:  Dorong Industrialisasi Atasi Tantangan Ekonomi

0
SHARE
Dr Benny Pasaribu

Matanurani, Jakarta –  Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) menilai ada beberapa   tantangan yang menghambat laju perekonomian nasional. Nomor satu masalah kemiskinan, kesenjangan, dan pengangguran. Dan menurut KEIN, tantangan tersebut mesti segera diselesaikan.

“Nomor satu masalah kemiskinan, kesenjangan dan pengangguran walaupun trennya menurun tapi masih tinggi sekali. Ini yang harus menjadi pikiran bersama,” kata Ketua Kelompok Kerja Industri Pertanian dan Kehutanan KEIN, Dr Benny Pasaribu saat media gathering bertajuk ‘Sosialisasi Industrialisasi Indonesia 2045, sebagai strategi pengembangan industri untuk mendukung pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang, di Hotel Pulman, Jakarta, Selasa (14/6).

Baca juga : KEIN Optimistis Target Pertumbuhan 5,3% Tahun Ini Tercapai

Tantangan selanjutnya, menurut Benny
adalah ketergantungan pada ekspor produk primer. Padahal, produk primer tidak memiliki nilai tambah.

Selain itu kontribusi industri pada perekonomian Indonesia masih minim. Sebab kontribusi industri pada Produk Domestik Bruto (PDB) masih stagnan di bawah 21 persen. “Eonomi memang tumbuh 5 persen- 5,1 persen tapi tak cukup menyelesaikan kemiskinan, pengangguran dan kesenjangan belum mengejar negara tetangga. Tantangan ini solusinya industrialisasi,” tegas Benny.

Benny mengatakan, untuk mengatasi masalah ini perlu mendorong industrialisasi yang fokus pada beberapa bidang.

KEIN sendiri telah menetapkan 4 sektor prioritas industri yakni industri agro, maritim, pariwisata, dan ekonomi kreatif.

Menurut Benny, dengan mendorong industri itu maka masalah kemiskinan dan kesenjangan akan berkurang karena industri menyerap banyak tenaga kerja. Industri juga memberi nilai tambah karena mengolah produk-produk primer.

“Perlu ada pilihan dan target, selected industries. Kenapa dipilih 4 sektor?. Selain menyerap tenaga kerja low skill, juga 4 sektor ini mengolah barang ekspor komoditas, produk primer diolah menjadi bernilai tambah tinggi. Yang bahan bakunya tersedia berkelanjutan di dalam negeri,” pungkas Benny.  (Simon).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here