Home Ekonomi Kadin Ajak Pengusaha Ritel Modern Perhatikan Kesenjangan

Kadin Ajak Pengusaha Ritel Modern Perhatikan Kesenjangan

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perindustrian Charles Saerang menghimbau agar pengusaha-pengusaha ritel modern atau minimarket memperhatikan kesenjangan ekonomi di zonasi pendiriannya demi melindungi keberadaan pasar tradisional.

Menurut Charles, keberadaan ritel modern yang berdampingan dengan pasar tradisional memang sangat berpengaruh besar terhadap pendapatan pedagang pasar. “Kesenjangan menjadi faktor utama demi melindungi keberadaan pasar tradisional tumbuh berkembang,” kata Charles saat menginisiasi pengusaha ritel waralaba anak perusahaan Salim Group, Indomaret yang berkunjung ke Kantor Kadin Indonesia, Jl HOS Cokroaminoto, Menteng Jakarta Pusat, Selasa, (6/6).

Meski begitu, lanjut dia Kadin siap memberikan masukan dan saran kepada pemerintah tentang kisruh yang terjadi antarpengusaha ritel modern dan pasar tradisional, untuk menjaga keseimbangan pendirian pasar – pasar ritel modern. “Kadin siap menengahi kisruh yang terjadi antar pengusaha ritel modern dan pasar tradisional,” katanya.

Sementara itu, anggota Komite Ekonomi Industri Nasional (KEIN) Dr Benny Pasaribu menyebutkan kehadiran pasar ritel modern harus jadi penyeimbang dalam pemerataan ekonomi berkeadilan secara nasional.

Itu sebabnya, pasar ritel modern harus taat aturan, karena pertumbuhannya cenderung menutup pergerakan usaha kecil dan menengah (UKM). “Ini fakta yang terjadi, belum diberi izin tapi sudah buka,” katanya.

Karenanya, menurut Benny, ciri tradisional harus tetap terjaga. Dan ini pula yang menjadi tantangan dalam menata kelola persaingan pasar ritel modern saat ini. “Ini masalah tata ruang, dan melindunginya harus independen,” pungkas Benny.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menuturkan, ada tiga hal yang akan diatur oleh pemerintah terkait ritel modern yakni zonasi, persentase kepemilikan, dan persentase barang yang dijual.

Terkait zonasi, pendirian minimarket hanya akan dibolehkan di lokasi-posisi tertentu yang dipastikan tidak berdekatan dengan pasar tradisional. Selain itu pendirian minimarket atau ritel modern lainnya hanya diperbolehkan di jalan-jalan dengan kriteria tertentu.

Darmin menuturkan, aturan baru itu masih digodok oleh Kementrian Perdagangan, rencananya aturan itu akan dituangkan ke dalam Peraturan Presiden (Perpres) pada tahun ini. (Simon).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here