Home Ekonomi Garam Mahal, BPS Bilang Tak Picu Inflasi

Garam Mahal, BPS Bilang Tak Picu Inflasi

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Harga garam yang naik berkali-kali lipat karena langka, ternyata tidak mempengaruhi laju inflasi. Badan Pusat Statistik (BPS) memastikan mahalnya harga garam tak akan mengerek laju inflasi.

“Harganya kan naik kemarin. Tapi memang bobot garam itu kecil sekali, jadi tidak keliatan dalam andil inflasi. Karena kita cuma perhatikan yang dominan-dominan,” kata Kepala BPS, Kecuk Suhariyanto saat ditemui di Kantor BPS Jakarta, Selasa (1/8).

Kecuk bilang kran impor yang dibuka pemerintah sebanyak 75 ribu ton garam diharapkan mampu bisa memperbanyak pasokan garam dalam negeri dan menurunkan harga garam itu sendiri.

“Mudah-mudahan tidak. Pemerintah kan sudah buka kran Impor. Kalo garam meskipun bobotnya kecil. Tapi saya kira harga akan kembali normal. Di inflasi enggak kelihatan,” katanya.

Senada dengan Kecuk, Direktur Bidang Statistik dan Jasa BPS Yunita Rusanti juga mengungkapkan hal yang sama, andil presentase mahalnya garam tidak akan mempengaruhi laju inflasi pada bulan Juli 2017 ini.

“Garam karena bobot dalam Penghitungan IHK cukup kecil, jadi memang tidak terlalu berpengaruh. Bobotnya nol koma nol nol gitu. Gak besar. Kecil,” ujarnya.

Namum, dirinya sangat menyanyangkan sekali dengan kebijakan impor garam tersebut, lantaran garis pantai yang panjang yang dimiliki Indonesia tidak sepantasnya melakukan impor garam.

“Tapi memang kalo dilihat dari sisi produksinya, memang sebetulnya terlalu juga ya. Indonesia, yang namanya Kepulauan, lautnya besar, kok garam sampai impor. Yang harus digenjot itu pertama teknologi,” ujarnya. (Ini).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here