Home Ekonomi Ekonom: Situasi Politik Jangan Sampai Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi 

Ekonom: Situasi Politik Jangan Sampai Pengaruhi Pertumbuhan Ekonomi 

0
SHARE
Raden Pardede

Matanurani, Jakarta – Ekonom senior Raden Pardede mengatakan, pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan Pemerintah sekitar 6,1 persen dinilai terlalu berat. Hal itu dilihat dari nilai rupiah terhadap dolar Amerika Serikat melemah dikisaran Rp 13.500 sampai Rp 13.800.

Meski target yang diharapkan pemerintah tertalu tinggi, lanjut Pardede, bukan berarti tidak bisa mencapai yang diinginkan. Asal, dengan melakukan strategi menggenjot ekspor industri manufaktur. “Sekarang pertumbuhan manufaktur 5 persen, maka untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Pemerintah harus meningkatkan pertumbuhan manufakturing sekitar 7 persen,” ujar Pardede, di Jakarta, Senin (12/6).

Dia menuturkan, ekspor Indonesia harus naik, dengan menoleransi melemahnya rupiah terhadap mata uang dolar AS. “Dan untuk bertumbuh dilemahkan sedikit rupiah,”ucap Pardede.

Lebih lanjut, naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) juga memengaruhi pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan pemerintah. Hal ini karena harga BBM ditentukan luar negeri. “Indonesia sangat tergantung dengan BBM, dimana Indonesia masih impor, sehingga kalau harga BBM naik maka subsidi akan semakin ditingkatkan,” tambah Pardede.

Disamping itu, ucap Pardede, salah satu persyarat lingkungan dan investasi sangat mendukung terhadap pertumbuhan ekonomi. Karena itu, kondisi perpolitikan bangsa juga bisa memengaruhi akan pertumbuhan ekonomi.

“Pada Oktober 2018 sudah masuk kampanye, makanya ini harus diperhatikan bagaimana menjaga stabilitas politik tidak membuat ekonomi terganggu,” imbuh Pardede.

Selain itu, Pardede mengatakan, masalah inflasi harus diperhatikan Bank Indonesia diberbagai daerah. Hal itu bisa dilakukan BI bila bank plat merah Pemerintah itu menjadi ujung tombak dalam melihat masalah inflasi yang terjadi.

“Tantangan utama adalah membuat kebijakan berkeadilan dan itu cukup bagus, tapi persoalan bagaimana efekif dilapangan, dan pembangunan birokratis efektif,dan supaya policynya (kebijakan) dari tingkat provinsi sampai kabupaten efektif. Sampai saat ini kebijakan tersebut belum sempurna,” kata Pardede. (Ian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here