Home Ekonomi Dr Rizal Ramli: Ekonomi Tumbuh, Ini Jurusnya.

Dr Rizal Ramli: Ekonomi Tumbuh, Ini Jurusnya.

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Ekonom senior dan juga Menteri Koordinator Perekonomian era Gus Dur, Rizal Ramli mengingatkan bahwa ekonomi tumbuh harus cermati beberapa syarat.

“Revaluasi seluruh aset, bangkitkan daya beli, tingkatkan pertumbuhan kredit, dan bikin kebijakan terobosan,” kata Rizal dalam pidatonya saat pengukuhan Pengurus Kadin Indonesia Komite Timur Tengah periode 2017 – 2020 di Balai Kartini Jakarta, Senin (31/7).

Dari ke empat syarat tersebut, ia optimistis ekonomi Indonesia akan tumbuh dari hanya 5% menjadi 6,5-7,5% dalam waktu dua tahun. “Seandainya pemerintah mengambil jalan empat tadi, dengan mudah ekonomi Indonesia naik dari hanya 5% menjadi 6,5-7,5% dalam waktu dua tahun,” ungkap Rizal.

Rizal berbagi pengalaman saat dirinya di kabinet Presiden Jokowi disetujui merevaluasi 16 BUMN yang nilainya bertambah menjadi Rp 800 triliun dan penerimaan pajaknya 4% senilai Rp 32 triliun kala itu. “Bayangkan kalau 160 BUMN ikut revaluasi aset bakal bisa naik jadi Rp 2400 triliun, dan pajaknya Rp 100 triliun atau akan lebih besar pendapatannya dari tax amnesty. Itu baru satu jurus dari rajawali bangkit,” katanya.

Yang kedua, lanjut Rizal adalah membangkitkan daya beli. Menurut dia daya beli rakyat saat kini sedang merosot. Salah satunya lantaran impor pangan sangat mahal. Sebagai contoh  harga gula dan daging dua kali harga internasional. “Itu karena harga dan komoditinya diatur oleh kartel yang untungnya besar sekali,” ungkapnya.

Jadi kalau pemerintah mau meningkatkan daya beli, harus mengubah sistem kuota perdagangan dan diganti dengan sistem target. “Bayangkan jika pengimpor ditarget 20-25%, saya jamin harga daging dan gula akan turun. Itu yang saya lakukan ketika menjadi Ketua Bulog selama dua tahun. Harga beras stabil dan penerintah saat itu tidak pernah impor beras,” jelasnya.

Selanjutnya kata Rizal, meningkatkan pertumbuhan kredit juga adalah salah satu cara ekonomi tumbuh.

Menurut dia, tahun ini kredit tumbuh 9% dibanding tahun lalu yang hanya sebesar 7,3%.  Namun, Rizal pesimistis jika tingkat pertumbuhan kredit hanya sebesar itu.”Saya pernah bilang ke Presiden, kalau hanya 9% saja peningkatannya maka bankir itu kerjanya cuma hanya main golf dan tidur-tiduran saja,”

Untuk itu, Rizal berpendapat kalau ekonomi mau tumbuh 6,5-7,5%, maka pertumbuhan kreditnya harus dipompa dari 7,3% tahun lalu menjadi 15-17%. “Ada caranya menumbuhkan kredit tetap aman yakni diberikan kepada pengusaha menengah dan kecil, ” jelasnya.

Kemudian kebijakan terobosan juga menjadi salah satu cara meningkatkan pertumbuhan ekonomi. “Paling gampang memompa ekonomi itu ya melalui uang. Tapi kalau tidak punya uang kita dorong dengan kebijakan terobosan, nanti uang datang dengan sendirinya,” pungkasnya. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here