Home Ekonomi Bisnis Produk Industri Halal Harus Jadi Target Pemerintah

Bisnis Produk Industri Halal Harus Jadi Target Pemerintah

0
SHARE
Bisnis industri Halal

Matanurani, Jakarta – Bisnis produk industri halal di Indonesia masih menjadi beban daripada peluang untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi Indonesia. Padahal sebagai negara populasi muslim nomor satu di dunia, Indonesia seharusnya dapat memanfaatkan peluang bisnis produk halal di dunia.

Ekonom Core Akbar Susamto mengatakan, kendala industri halal di Indonesia karena intensif pemerintah belum optimal,dan sumber daya masyarakat masih minim.

“Kalau mau jujur Indonesia belum serius dalam menangani ini, dan masih melihatnya sebagai beban, ketimbang peluang bisnis yang bisa mendapatkan keuntungan yang masuk ke negara. Bayangkan, Korea, dan Jepang memanfaatkan peluas bisnis produk bisnis halal,” ujar Akbar kepada wartawan, Selasa (27/6).

Menurut Akbar, Undang-Undang No. 33 Tahun 2014 tentang produk halal sampai saat ini belum dijalankan secara maksimal. Salah satunya Badan Produk Jaminan Halal sampai saat ini belum dilaksanakan.

“Ada dua sisi masalah, yakni kerangka berpikir kita tentang halal yang perlu dibenahi, dan bagaimana produk halal ini juga dapat memberikan peluang bagi pelaku industri komsumsi baik perusahaan besar atau kecil,” ucap Akbar.

Terkait produk halal, Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman mengatakan, upaya LPPOM MUI untuk mensertifikasi produk halal hanya mampu sekitar 33. 0000 produk halal selama lima tahun. “Padahal masih sekitar 1,5 juta produksi makanan, minuman dan obat-obatan yang belum disertifikasi,” kata Adhi.

Menurut Adhi, belum maksimalnya Pemerintah mensertifikasi produk halal sangat mempengaruhi bisnis makanan dan minuman di Indonesia.

Sementara Anggota Komisi VIII DPR RI Ledia Hanifah Amalia mengakui, pembahasan menjadi UU No. 33 Tahun 2014 tentang Produk Halal cukup lama, sejak tahun 2008 sampai 2014.

 “Lamanya pembahasan ini karena ingin melindungi konsumen dan menfasilitasi produsen baik besar, menengah dan kecil. Dimana adanya keberpihakan pemerintah kepada produsen baik besar maupun kecil,”ujarnya.

Seperti diketahui, hasil Global Economic Report tahun 2016 uang beredar untuk belanja produksi halal sebesar 1, 9 triliun dolar AS. Karenanya tidak heran Malaysia, Jepang dan Korea Selatan melihat potensi produk halal sangat menguntungkan dalam bisnis ekonomi. (Ian)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here