Home Benny's Wisdom SDM Unggul Harus Menjadi Bagian Program Bupati Samosir Mendatang

SDM Unggul Harus Menjadi Bagian Program Bupati Samosir Mendatang

0
SHARE
Dr Benny Pasaribu, Ketua Pokja Pangan, Komite Ekonomi dan Industri Nasional(KEIN).

Matanurani, Jakarta – Pada  masa lalu, mutu pendidikan Samosir, tidak kalah dengan mutu pendidikan dengan daerah lain. Ini dibuktikan dimana pada waktu itu, seorang siswa yang bernama Benny Pasaribu, tidak mengalami hambatan ketika melakukan test masuk ke IPB Bogor. Begitu juga saat melanjutkan pendidikannya ke jenjang yang lebih tinngi di Amerika Serikat mau pun Kanada.

Dalam menjalani pendidikan lanjutan itu, Benny mengaku tidak mengalami hambatan yang berarti. Artinya, bagi Benny Pasaribu, pada masa lalu, Samosir memiliki SDM Unggul. Demikian Benny Pasaribu menceritakan pengalaman perjalanan pendidikannya dari sejak memulainya di tanah kelahirannya Limbong sampai ke dua negara yang disebutkan di atas.
Tidak sampai disitu, ia juga meceritakan saat adanya penerimaan menjadi tenaga dosen di salah satu negara tempat melanjutkan pendidikan tingginya itu.
Dari banyaknya yang mengajukan diri untuk formasi, hanya tiga orang yang terpilih, salah satunya yang terpilih adalah dirinya.
Dari banyaknya pelamar untuk mengisi formasi tiga orang dosen, saya adalah salah seorang yang berhasil mengisi formasi itu. Dan bagi saya, itu saya jalani dengan biasa-biasa saja,” lanjut Benny Pasaribu memberikan testimoninya, tentang bagaimana bekal ilmu yang didapatnya di daerah kelahirannya Limbong, Sianjur Mula-mula, Kabupaten Samosir.
Pada bagian lain, Lasro Simbolon seorang diplomat Republik Indonesia, juga menjabarkan hal yang sama walau dengan cara yang lain.
Menurut mantan Wakil Duta Besar RI di Rusia ini, bahwa mutu pendidikan di Samosir telah dibuktikan oleh orang-orang seperti dirinya, seperti amang Benny Pasaribu atau Mangadar Situmorang dan semua yang turut dalam diskusi malam itu.
Pada masa lalu, saya sudah merasa hebat bila memakai celana panjang seperti siswa SMA di Pangururan. Artinya, pada masa itu, mencapai SMA dengan celana panjangnya saja saya sudah merasa senang. Tetapi puji Tuhan, saya telah pernah tinggal di enam negara dan mengunjungi ratusan negara lainnya, tentulah tidak bisa dilepaskan dari buah pendidikan Samosir,” ujarnya menerangkan masa lalunya dalam memulai pendidikan dasarnya puluhan tahun lalu di Palipi.
Bahwa buah pendidikan Samosir pada masa lalu itu, adalah fakta yang bisa dilihat bersama atas capaian putra-putri Samosir di kancah nasional.
Tetapi bagaimana sekarang? Bahwa setelah eranya oleh AE Manihuruk sampai Cornel Simbolon, boleh dikatakan putra-putri Samosir sudah tidak begitu terlihat lagi di pentas nasional itu.
Guru Besar ITB Prof. Dr. Roberd Saragih, memberikan data saat dia menjadi Rektor di Perguruan Tinggi DEL Lagu Boti, Kabupaten Toba.
Menurutnya, saat dia menjadi rektor, umumnya tamatan siswa dari Kawasan Danau Toba kalah dari segi jumlah dibanding dari daerah seperti Medan atau Siantar.
Berdasarkan data itu, saya kira mutu pendidikan Samosir juga ada di bawah dari daerah  luar Kawasan Danau Toba,” ujarnya memberi penilaian.
Daerah lain telah melakukan upaya pembenahan atas ketertinggalan pendidikannya. Sementara di Samosir masih tetap menjalankan cara-cara lama. Padahal itu sudah banyak yang tidak sejalan dengan kekinian,” ujar Benny Pasaribu memberi penilaian yang sama, seraya mengaitkannya dengan Tranformasi Digital saat ini.
Terkait hal itu, dia memberi contoh anaknya yang tinggal di Amerika yang lebih mengetahui persoalan atau informasi tentang Samosir dari pada dirinya yang tinggal di Indonesia.
Betapa akan tertinggalnya Samosir bila masih bertahan kepada cara-cara lama dalam mengelola pendidikannya. Kehadiran tranformasi digital tidak bisa lagi ditawar-tawar,” lanjutnya.
Soal SDM Unggul ini, bagi Benny Pasaribu adalah hal yang menentukan nasib Samosir di masa datang. Dan sepertinya, dia terpanggil untuk itu.
Maka idenya mengenai Vocational Training untuk melahirkan SDM Unggul itu, adalah bagian dari tanggungjawabnya sebagai putra Samosir.
Tidak berlebihan kalau Benny Pasaribu mengatakan agar apa yang dibicarakan dalam rangkaian diskusi mengenai SDM Unggul ini, harus menjadi bagian dari program Bupati Samosir di masa datang.
Bahwa apa yang kita bicarakan mengenai SDM Unggul ini, harus kita sampaikan kepada kandidat Pasangan calon (Paslon) Bupati Samosir yang akan datang untuk dijadikan bagian dari program mereka. Dengan begitu, saat mereka terpilih, SDM Unggul ini menjadi bagian dari program atau kebijakan,” terang Benny Pasaribu, yang anggota KEIN dan Sekretaris jenderal Himpunan Kelompok Tani Indonesia (HKTI) ini yang malam itu tampil all-out.
Terlepas dari harapan Benny Pasaribu di atas, Makdin Sinaga mewanti-wanti para peserta diskusi agar terus menyuarakan soal pembenahan SDM Unggul ini.
Harapannya adalah, agar soal ini langsung penyelenggaraannya dilakukan di Samosir dari pada dengan cara mengutus pendidikan atau pelatihannya di daerah lain. Dia mengatakan itu dengan mengungkap fakta-fakta bahwa cara-cara seperti itu tidak begitu bermanfaat.
Maka dari itu, mantan PR-III Universitas Katolik Atmajaya Jakarta ini, mengajak para peserta diskusi untuk terus menyuarakan agar wadah seperti vocational training atau Akademi Komunitas sesegera mungkin diselenggarakn di Samosir.
Mari kawan-kawan soal ini kita baicarakan kepada pihak-pihak yang berkompeten. Silahkan siapa-siapa dari kita ini yang  bisa menjembatani, agar melakukan hal itu, sehingga  Samsosir bisa menjawab ketertinggalannya dengan memanfaatkan apa yang menjadi keunggulannya,” katanya dengan menyebut parwisata dan pertanian sebagai sektor unggulan.
Dua sektor ini seperti tidak tergali dengan baik akibat dari tidak adanya SDM Unggul,” pungkasnya dengan ciri suaranya yang serak dan gaya rambut yang acak-acakan. (Sdb).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here