Home KEIN Kunker ke Labuan Bajo, KEIN Sambangi Kopi Mane Inspiration

Kunker ke Labuan Bajo, KEIN Sambangi Kopi Mane Inspiration

0
SHARE

Matanurani, Labuan Bajo – Flores di Nusa Tenggara Timur (NTT) bukan hanya punya Komodo dan keindahan alamnya tapi juga punya kopi. Karena itu, dalam kunjungan kerja Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) ke Labuan Bajo, Kamis (8/8) malam Tim KEIN yang dipimpin Benny Pasaribu dan didampingi tim dari Ekonomi Pembangunan Kabupaten Manggarai Barat mampir di Kafe Kopi Mane Inspiration yang terletak di sisi jalan Utama menuju Bandara Internasional Komodo, Labuan Bajo.

“Kopi Mane sudah mulai dibuka sejak tahun 2014 di Ruteng. Kalau di Labuan Bajo sejak November 2015,” kata Yuliana Wenti Permata Romas sang pemilik kafe kopi mane saat membuka dialog bersama Tim rombongan KEIN, Kamis malam (8/8).

Tim KEIN saat berdialog dengan Wenti Pengelola Kopi Mane di Labuan Bajo. Kamis (8/8).

Menurut perempuan berkacamata ini Biji Kopi yang dipakai dan dikelolanya langsung diperolehnya atas kerjasama dengan Asosiasi Petani Kopi Manggarai (ASNIKOM).

“Dahulu Kopi Mane yang di Ruteng ambil kopinya di ASNIKOM. ASNIKOM melihat efeknya lumayan bagi mereka maupun pengenalan kopi itu sendiri. Karena wisatawan lebih banyak di Labuan Bajo, maka ASNIKOM memutuskan buka di Labuan Bajo dan minta kami yang urus,” ungkap Wenti.

Seperti diketahui Wenti menyediakan empat jenis kopi Manggarai yakni arabika, robusta, lanang dan Juria di kedai Kopi Mane.

Adapun stok biji kopi yang ada di kopi mane adalah kopi pilihan standar ekspor. Kopi disangrai pada coffee roaster. Setelah itu dimasukkan ke dalam packing khusus yang sedikit kedap udara, yang pada satu sisinya terdapat ventilasi kecil untuk mengeluarkan unsur asam dan asin dari kopi yang sudah disangrai.

Jika ada pengunjung yang datang, kopi dikeluarkan dari packing-nya dan digiling pada coffee grinder. Setelah itu, kopi dimasukkan ke french press. Karena Kopi membutuhkan waktu untuk dapat terekstrasi dengan baik oleh air panas. Semakin lama kopi menyatu dengan air panas, maka akan semakin banyak rasa dan kafein yang dikeluarkan.

“Sistem seduh semacam ini tergolong perendaman kopi yang sempurna, sehingga suhu air memiliki peranan yang penting,” jelasnya.

Wenti diapit dua karyawannya di Kafe Kopi Mane.

Sembari menikmati  kopi di kafe ini, Ketua tim Pokja Pangan KEIN Benny Pasaribu menyayangkan ketidakhadiran ASNIKOM untuk berdialog bersama KEIN. Untuk itu Benny menyarankan agar Pemkab Manggarai Barat perlu giat mendukung dan bekerjasama dengan asosiasi-asosiasi kopi di Manggarai Barat bekerjasama kepada pelaku-pelaku usaha kopi seperti kopi mane.

“Paling tidak Kopi Mane yang dikembangkan dengan konsep modern yang diterapkannya ini sangat baik untuk mengangkat kopi Manggarai ke level yang lebih tinggi lagi dengan partisipasi dari Pemkab setempat” pungkas Benny. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here