Home KEIN KEIN Usulkan 7 Rekomendasi Atasi Masalah Pokok di Kawasan Danau Toba

KEIN Usulkan 7 Rekomendasi Atasi Masalah Pokok di Kawasan Danau Toba

0
SHARE

Matanurani, Samosir – Ketua Kelompok Kerja Pangan dan Kehutanan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Benny Pasaribu mengungkapkan ada 5 hal masalah pokok dalam tata kelola lingkungan dan Kehutanan di Kawasan Danau Toba Khususnya di kabupaten Samosir.

Hal itu terungkap saat Fokus Group Diskusi KEIN bersama pemerintahan kabupaten Samosir, beserta sejumlah nara sumber terkait membahas tentang tata kelola lingkungan dan Kehutanan di Kawasan Danau Toba Khususnya di kabupaten Samosir, di Samosir Cottage, Jumat (12/7).

“Salah satunya sebagian besar kawasan hutan disekitar danau Toba menjadi lahan kritis yang perlu segera direhabilitasi sekitar 45% dari 248.000 Ha,” ungkap Benny.

Selain itu lanjut Benny, kualitas dan debit air di danau Toba semakin berkurang. Dan Areal Penggunaan Lain (APL) yang disekitar TELE merupakan penyangga ekosistem, sebagianĀ  berada dalam kondisi yang kritis, baik yang yang dibebani hak maupun yang belum.

Selain itu Sumber Daya Manusia yang ada saat ini, belum memadai untuk menunjang industri pariwisata di sekitar Danau Toba dan Sapras yang tersedia untuk pengamanan hutan masih terbatas.

“Untuk itu KEIN memandang perlu untuk mengusulkan beberapa rekomendasi untuk menata ulang kondisi ekosistem yang ada di sekitar Danau Toba,” tegas Benny.

Adapun rekomendasi yang dimaksud kata Benny adalah membatasi penebangan kayu alam, baik yang di kawasan hutan maupun di APL. Disamping itu keramba ikan yang di Danau Toba, budi dayanya perlu memperhatikan penanganan limbah yang dihasilkan terutama dari sisa pakan ternaknya.

Kemudian penanganan sampah di Danau Toba dan sekitarnya perlu segera diatur oleh Pemda dengan melibatkan seluruh stakeholder.

Disamping itu seluruh bangunan yang ada di sekitar Danau Toba harus menggunakan teknik biopori untuk menyimpan air di tanah.

Selanjutnya perlu melakukan evaluasi terhadap kinerja BODT (Badan Otorita Danau Toba) terhadap penangan lingkungan hidup di sekitar Danau Toba.

Kemudian Rencana Tata Ruang Wilayah di sekitar Danau Toba perlu mendapat perhatian untuk tujuan konservasi

Sementara Areal Penggunaan Lain (APL) TELE yang berada di areal penyangga ekosistem yang sudah dibebani hak, perlu dicari solusi yang saling menguntungkan dengan cara mengganti areal tersebut untuk areal lain atau memberikan kompensasi yang wajar agar areal tersebut dapat tetap berfungsi sebagai kawasan konservasi untuk menyangga ekosistem.

“Untuk areal APL TELE yang belum dibebani hak, Pemda segera menetapkan sebagai areal konservasi,” terang Benny.

KEIN juga merekomendasikan agarĀ  segera dilakukan rehabilitasi/ penanaman di sekitar Danau Toba dengan tanaman Pinus Merkusi ataupun tanaman pohon lainnya yang tidak untuk diambil kayunya tetapi getahnya atau Hasil Hutan Bukan Kayu (HHBK).

Selain itu perlu penambahan personil/ sapras untuk pengamanan hutan

Yang terakhir, dalam rangka menyiapkan SDM di bidang pariwisata, KEIN mengusulkan perlu segera disiapkan pendirian Akademi Pariwisata di sekitar Danau Toba.

“Intinya secara keseluruhan Samosir harus tumbuh untuk memajukan kesejahteraan masyarakat lokal di kawasan Danau Toba,” pungkas Benny. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here