Home Benny's Wisdom Kabupaten Samosir Siapkan Sinergisasi Pengembangan Agrowisata dan Ekowisata

Kabupaten Samosir Siapkan Sinergisasi Pengembangan Agrowisata dan Ekowisata

0
SHARE

Matanurani, Parapat – Pemerintahan Kabupaten Samosir siap bersinergi dalam pengembangan agrowisata dan ekowisata di daerahnya demi mewujudkan masyarakat Samosir sejahtera, mandiri, berdaya saing yang berbasis pada pariwisata dan pertanian.

Hal itu disampaikan Bupati Samosir, Rapidin Simbolon dalam paparannya pada FGD Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) bertajuk ‘Pengembangan Agrowisata dan Ekowisata di kawasan Danau Toba,” yang dipimpin oleh Ketua Pokja Pangan, Benny Pasaribu di Hotel Inna Parapat, Jumat (23/11).

“Misi Pemkab Samosir salah satunya adalah menunjang sinergitas pengembangan agrowisata dan ekowisata di kabupaten Samosir,” ujar Rapidin.

Rapidin memaparkan bahwa ada 4 (empat) konsep pengembangan agrowisata dan ekowisata di kabupaten Samosir. Diantaranya  pengembangan kawasan di desa Parbaba Dolok, pengembangan kawasan di Sijambur Pangururan, desa Tomok Tuk -tuk Siadong serta pengembangan kawasan di Arboretum Aek Tonang di Desa Tanjungan Kecamatan Simanindo.

Adapun kawasan Parbaba Dolok memiliki potensi luas lahan tanam kopi seluas 50 hektar, dengan produktifitas lahannya 1,056 ton per hektar pertahun, dan produksi kopi 52,8 ton per tahun.

“Kami bersama kelompok tani telah mengembangkan hasil biji kopi menjadi kopi bubuk dengan nama PARDOSIR, yang difasilitasi dengan rumah produksi pasca panen, dan pengolahan hasilnya,” ungkap Rapidin.

Sedangkan pengembangan kawasan lainnya adalah kawasan ekowisata di Sijambur Pangururan dengan luas lahan
322 hektar pada ketinggian 1.350 m dpl.

“Disana akan dikembangkan kampung kopi Sijambur, mulai dari proses pengolahan kopi, museum kopi, resto cafe, hingga hotel dan resort. Sedangkan dari sisi agrowisata, akan dikembangkan perkebunan kopi, hingga taman kota, dan Edu Park Kaldera Toba,” sebut Rapidin.

Sementara pengembangan lainnya adalah menata bangunan dan lingkungan di kawasan Tuk-Tuk Siadong,  di desa Tomok.

Sedangkan di kawasan Arboretum Aektonang yang memiliki luas lahan 105 Ha di Desa Tanjungan Kecamatan Simanindo akan dikembangkan menjadi kebun raya dan lahan pertanian kopi.

“Potensi kopi di kabupaten Samosir ini sangat mendukung pengembangan agrowisata dan ekowisata. Sentra kopi di kabupaten Samosir, berada di kecamatan Ronggur Nihuta, Kecamatan Palipi, Kecamatan Pangururuan dan Kecamatan Simanindo,” tandas Rapidin. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here