Home HKTI Benny Pasaribu Sesalkan Tindakan Hukum Kepada Petani Aceh

Benny Pasaribu Sesalkan Tindakan Hukum Kepada Petani Aceh

0
SHARE

Matanurani, Jakarta – Sekretaris Dewan Pertimbangan DPN Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Dr. Ir. Benny Pasaribu, MEc. PhD sesalkan tindakan hukum yang menimpa Tgk Munirwan terkait kasus dugaan penjualan benih padi IF8 tanpa label. Munirwan ialah keuchik (kepala desa) Meunasah Rayeuk, Nisam, Aceh Utara.

Menurut Benny seyogyanya aparat bisa bertindak lebih bijaksana. “Sesuatu tindakan yang baik dan bermanfaat positif bagi sesama seharusnya tidak dihukum,” kata Benny yang juga Ketua Kelompok Kerja Pangan dan Agroindustri, Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) RI kepada Matanurani, Minggu (28/7).

Bahkan Benny meminta agar kasus yang menimpa Munirwan disikapi secara bijak karena sang kepala desa yang berprestasiĀ  tersebut telah berbuat banyak untuk desanya melalui penggunaan dana desa secara efektif dan efisien. Seharusnya diberikan insentif walaupun tetap dinasihati agar ke depan mengikuti prosedur administrasi hukum. Bibit itu diberikan kepada warga karena yakin produktivitasnya lebih tinggi. Banyak petani menanam padi dengan bibit tanpa Label. Aneh aja kalau penegak hukum gagal paham soal itu.

“Aparat harus lebih bijak. Peraturan itu dibuat untuk menghukum perbuatan jahat. Kalau perbuatan baik perlu diberikan penghargaan,” pungkas Benny.

Seperti diketahui Tgk Munirwan dilaporkan ke Polda Aceh karena diduga menyebarkan benih padi IF8 tak berlabel kepada masyarakat. Ia ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan pada 23 Juli 2019 lalu atas dugaan memproduksi dan mengedarkan benih padi jenis IF8 yang belum bersertifikat. (Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here