Home Benny's Wisdom Ekspor Kayu Bulat, Benny Pasaribu: Perlu di Kaji Lebih Mendalam

Ekspor Kayu Bulat, Benny Pasaribu: Perlu di Kaji Lebih Mendalam

0
SHARE
Dr Benny Pasaribu, Ketua Pokja Pangan, Komite Ekonomi dan Industri Nasional(KEIN).

Matanurani, Jakarta – Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) berencana menambah varian pungutan baru untuk meningkatkan pendapatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) 2017 lalu, salah satunya dengan mengusulkan dibukanya kembali ekspor log kayu.

Sekretaris Jenderal KLHK Bambang Hendroyono dalam rapat Badan Anggaran DPR RI beberapa waktu lalu mengatakan dibukanya kembali log kayu yang ditutup sejak 1984 itu bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah supaya kayu diolah di dalam negeri.

Menanggapi rencana KLHK mengusulkan dibukanya kembali ekspor log kayu, Ketua Pokja Pangan dan Kehutanan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN), Benny Pasaribu menilai agar usulan tersebut perlu dikaji lebih mendalam dengan mempertimbangkan sejumlah pertanyaan masyarakat tentang isu-isu penting perkayuan.

“Hal ini menyangkut multidimensi. Sejumlah pertanyaan masyarakat perlu dijawab terlebih dahulu. Tidak mudah saat ini membuka keran ekspor log karena kita sudah memasuki tahun politik. Kita harus menghindarkan adanya sumber kegaduhan dalam tahun politik saat ini,” kata Benny kepada matanurani, di Jakarta, Selasa (30/1).

Benny menyebutkan banyak isu – isu penting dari masyarakat yang perlu terlebih dahulu dijawab. Diantaranya data kebutuhan bahan baku untuk menopang industri hilir domestik perlu diperbaiki.

“Misalnya, jika dibuka ekspor log, apakah industri hilir perkayuan masih bisa berjalan?, kemudian apakah kenaikan harga kayu akan terjadi cukup besar?, ” tanya Benny.

Selain itu sambung Benny terkait PNBP dari ekspor log kayu apakah struktur dari penerimaan negara dari ekspor sudah adil?. Dan apakah praktik-praktik illegal logging sudah diantisipasi?

“Seringkali terjadi volume ekspor maupun impor dilaporkan jauh lebih kecil dari pada aktual untuk menghindarkan setoran pajak atau retribusi sebagai hak negara,” ungkap Benny.

Disamping itu Benny menambahkan isu penting lainnya adalah agar ekspor kayu gergajian dan perluasan luas penampang untuk produk wood working atau moulding perlu juga dicarikan solusinya.

“Produk- produk seperti ini perlu segera dicarikan jalan keluarnya agar industri kehutanan bisa lebih maksimal dan penerimaan negara bisa lebih besar,” pungkas Benny.

Seperti diketahui Menteri (KLHK) Siti Nurbaya, sudah menyampaikan rencana  ekspor log ke Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. Pada prinsipnya setuju dan dijamin tidak mengganggu. Dan pemerintah mengusulkan kuota ekspor sekitar 10 persen dari produksi kayu bulat Indonesia yang potensinya sekitar 9 juta meter kubik.(Smn).