Home Benny's Wisdom Dr Benny Pasaribu : Bangkrutnya Bisnis Seven Eleven Pembelajaran Buat Semua Pihak

Dr Benny Pasaribu : Bangkrutnya Bisnis Seven Eleven Pembelajaran Buat Semua Pihak

0
SHARE

Kebangkrutan bisnis waralaba Seven Eleven di Indonesia mendapat sorotan dari Dr Benny Pasaribu.

“Sevel di Indonesia terlalu meyakini model bisnis yg digunakan. Tidak mau berubah. Awalnya memang berkembang pesat. Sejak tahun 2015 mulai turun pertumbuhannya hingga akhir tahun 2016 mengalami rugi yg cukup besar. Menurut saya, model bisnis itu harus selalu disesuaikan dgn tuntutan pasar.”

Yang dimaksudkannya adalah pemegang lisensi waralaba di Indonesia. Bukan perusahaan induk seven eleven di luar negeri.

Seven eleven yang merupakan perusahaan asal Amerika, kalah bersaing dgn Alfamart dan  Indomart, dua toko swalayan  24 jam ciptaan pebisnis Indonesia.

Ketidakmampuan seveneleven bersaing, disebut-sebut mengakibatkan kerugian mencapai Rp 500 miliar per bulan.

Usaha utk menyelamatkan seven eleven di Indonesia, dicoba dgn cara menjual sahamnya ke pemodal baru. Namun usaha ini kelihatannya tdk berhasil. Sehingga terhitung mulai 1 Juli 2017 semua gerai seven eleven di Indonesia ditutup.

Menurut Benny Pasaribu wakil ketua umum bidang ekonomi Kadin Indonesia, bangkrutnya Seven Eleven perlu menjadi pembelajaran bagi semua pihak termasuk regulator.

Yakni dalam menjalankan bisnis saat ini, harus cermat memperhatikan pergerakan pasar dan konsumen.

Konsumen seven eleven menyasar konsumen di lapisan masyarakat menengah ke atas. Sehingga barang2nya lebih bermutu dengan harga jual lebih mahal. Lokasinya juga di tempat ramai dengan sewa yang cukup mahal. Sementara konsumennya yg dtg ke gerai seven eleven kebanyakan termasuk kategori masyarakat menengah ke bawah sehingga beli sedikit tapi duduk beberapa jam.

Sehingga akhir-akhir ini seven eleven tdk ketemu konsumen yg disasar. Seven Eleven akhirnya kalah bersaing dgn perusahaan waralaba lainnya yg mentargetkan konsumen menegah ke bawah. Sebuah segmen pasar yg lebih besar.

Kendati begitu situasi yg dialami seven eleven  indonesia bisa jd merupakan sebuah siklus. Thn ini pasar konsumen tdk sesuai dgn sasaran tapi pada beberapa thn kemudian dapat berubah lagi.

Benny melihat sebagai sebuah siklus krn hal serupa terjadi di bisnis dan produk lainnya.

“Siapa yg pernah menduga Nokia dikalahkan oleh Samsung dlm bisnis handphone. Sebelumnya Motorolla kalah bersaing dengan Nokia.” Tetapi beberapa tahun ke depan bisa saja Motorolla dan Nokia bangkit lagi dengan produk dan model bisnis yang sangat berbeda dari periode sebelumnya.

Saat ini, kalau Samsung jg tdk melakukan inovasi secara berkala, pasti dia akan masuk dlm siklus yg merugi”,  kata Benny.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here