Home Benny's Wisdom Benny Pasaribu Minta Pemprov Sulut  Fokus pada Komoditas Unggulan di Daerahnya

Benny Pasaribu Minta Pemprov Sulut  Fokus pada Komoditas Unggulan di Daerahnya

0
SHARE

Matanurani, Manado – Ketua Kelompok Kerja Pangan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) Benny Pasaribu melakukan kunjungan kerjanya ke kantor Gubernur Sulawesi Utara, Kamis (6/12).

Benny dan rombongan diterima Kadis Perkebunan provinsi Sulawesi Utara, Refly Ngantung dan sejumlah SKPD pemprov Sulut. Sementara Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Edison Humiang tiba diakhir-akhir rakor.

Dalam paparannya Benny meminta agar Pemprov Sulut harus membangkitkan industrialisasi kelapa sebagai produk unggulan utamanya yang melibatkan banyak sumber daya manusianya. Termasuk juga produk unggulan lainnya seperti cengkeh dan pala.

“Potensi kelapa di Sulut itu sudah luar biasa. Jadi jangan dibiarkan begitu saja, dan perlu fokus. Karena hampir setiap tahun APBD habis begitu saja, namun tidak ada manfaatnya,” tegas Benny.

Benny mencontohkan ibarat bermain bola, sudah capek nendang-nendang kesana kemari, namun tak kunjung menciptakan gol. Hal ini terjadi karena tidak fokus dalam industrialisasi.

Karena itu menurut Benny prioritas industrialisasi didasarkan atas 2 kriteria, yakni apa produk unggulan dan yang melibatkan sumber daya manusia terbanyak di daerahnya.

“Jadi patut dipertanyakan juga bagaimana kontribusi dan perhatian Pemprov Sulut lewat APBD untuk mengadvokasi petani disini,? tanya Benny.

Sementara ditempat yang sama, Kadis Perkebunan Sulut, Refly Ngantung menjelaskan, APBD tahunn 2017 lalu untuk kelapa dan jenis palma lainnya berkisar Rp12 miliar. Namun pada tahun 2018,  turun menjadi Rp 10 Miliar.

Melihat hal ini, Benny yang juga Ketua umum relawan DOJO-AMIN itu menyarankan agar produk kelapa di Sulut perlu diintegrasikan dengan sektor lainnya, seperti halnya pariwisata.

Dengan pengolahan berbagai produk turunan “tree of life” tersebut dan di packaging secara baik, maka harga kelapa di Sulut bisa memenuhi permintaan market pariwisata dengan boomingnya turis Cina ke Manado.

“Dengan begitu, kita tidak tergantung dengan harga pasar di Roterdam,” pungkas Benny.(Smn).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here